SuaraBali.id - Satpam Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang biarkan perawat digebuki Jason Tjakrawinata bernasib buruk. Kemungkinan satpam itu akan dirotasi dan dikembalikan ke pihak vendor.
Lebih buruknya, satpam itu adalah karyawan outsourcing yang memungkinkan rumah sakit tidak bertindak jika ada masalah. Jika ada masalah satpam itu dikembalikan kepihak vendor atau pihak ketiga yang pekerjakan satpam itu di Rumah Sakit Siloam Sriwijaya.
Dalam video penganiyaan seorang perawat beberapa waktu yang lalu, bukan hanya pelaku yang menjadi sorotan, namun juga satpam yang dianggap tidak bertindak banyak untuk menolong korban. Penganiyaan itu terjadi pada Kamis, 15 April 2021 sekitar pukul 16.50 WIB.
Kekinian Jason Tjakrawinata sudah jadi tersangka. Sementara perawat CRS kini masih melakukan perawatan, baik fisik dan psikis setelah penganiayaan yang ia alami.
Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya, Bona Fernando menjelaskan perawatan fisik perawat tersebut masih akan berlanjut hingga satu pekan ke depan.
"Psikis kita tunggu kapan pun kesiapan dia kalau sudah siap baru akan kita pulangkan," terang Bona pada Selasa kemarin.
Sementara terkait si satpam, Bona Fernando menyebutkan bahwa RS Siloam sebenarnya hanya menyewa jasa satpam tersebut dari pihak ketiga atau pihak vendor.
"Security tersebut menggunakan dari pihak ketiga, bukan murni dari RS Siloam. Pihak ketiga yang memang kami kontrak," ujar Bona.
Oleh sebab itu, tindak lanjut terhadap satpam tersebut harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pihak vendor.
Baca Juga: Foto Pelaku Jason Tjakrawinata Ditahan Beredar, Netizen Ungkap Rasa Sesal
Terkait hal itu, Bona mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan vendor dan menghasilkan beberapa tindakan yang mungkin akan diambil seperti pembinaan, rotasi, relokasi.
Menurut Bona kebijakan terkait pemutusan kontrak kerja atau pun lainnya yang menyangkut satpam tersebut merupakan wewenang dari vendor sebagai penyedia jasa.
"Semua diserahkan kepada pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan oleh pihak vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari pihak vendor," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Terjebak Lowongan jadi Satpam Bergaji Tinggi, 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
-
Komisi III DPR Desak Usut Tuntas Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur: Petugas Keamanan Garda Terdepan
-
Satpam Positif Sabu Jadi Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat
-
5 Fakta Kematian Misterius Satpam di Waduk Jatiluhur: Ditemukan dengan Tangan Terborgol
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern