SuaraBali.id - Sholat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat mana yang lebih baik? Asal usul sholat tarawih 11 rakaat dan 23 rakaat dimulai pada ada zaman Nabi Muhammad SAW. Istilah untuk ibadah ini adalah qiyam Ramadhan.
Berbeda dengan puasa, qiyam Ramadan alias shalat tarawih hukumnya sunah yang sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaannya, sesudah shalat isya pada malam hari hingga terbitnya fajar selama bulan Ramadan.
Ada yang menyarankan salat tarawih itu 11 rakaat, yakni termasuk tiga rakaat witir. Cara salat itu adalah: tiap dua rakaat, salam, sehingga diakhiri dengan satu rakaat witir.
Demikian merujuk dari buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadan (disusun Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah).
Dalam hal ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam buku 99 Tanya Jawab Seputar Salat menerangkan.
Cara “empat rakaat, empat rakaat plus tiga rakaat witir” bukanlah maksud daripada hadis riwayat Aisyah.
Hadis itu selengkapnya berbunyi.
"Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah RA, 'Bagaimanakah salat Rasulullah SAW di bulan Ramadan?'
Aisyah RA menjawab, 'Rasulullah SAW tidak pernah menambah di dalam Ramadan dan di luar Ramadan lebih dari 11 rakaat.
Baca Juga: Sah! Puasa Mulai Selasa Besok, Menag: Malam Ini Sudah Bisa Tarawih
Beliau salat empat rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau salat empat rakaat jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian, beliau salat tiga rakaat.'"
Menurut UAS, hadis itu bermakna bahwa Nabi SAW salat empat rakaat, kemudian berhenti untuk istirahat, lalu shalat empat rakaat lagi untuk menggenapkan tarawih.
Ihwal Salat 23 Rakaat
Ada pula yang menyarankan salat tarawih itu 20 rakaat, yakni termasuk tiga rakaat witir. Hal itu berdasarkan keyakinan, tak ada keterangan yang pasti tentang jumlah rakaat salat tarawih yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW.
Rujukannya kemudian perilaku para sahabat Nabi SAW dan generasi tabiin. Mengutip buku Argumentasi Tarawih 20 Rakaat: Risalah Amaliah Kaum Nahdliyin (disusun Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama Jawa Barat), Musnad Ibn al-Ja’d menyebutkan sebagai berikut.
"Mereka (para sahabat Nabi SAW) melaksanakan salat malam pada masa Umar bin Khaththab RA pada bulan Ramadan sebanyak 20 rakaat."
Berita Terkait
-
Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember
-
16 Maret 2026 Tarawih Malam ke Berapa? Ini Keutamaannya
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-21 Ramadan, Dibangunkan Rumah Bercahaya di Surga
-
Menyoal Muslim Musiman vs Muslim VIP: Stop Jadi Juri Keimanan Orang Lain
-
Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-18 Ramadan: Ridha Allah untuk Diri dan Kedua Orang Tua
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas