SuaraBali.id - Bali waspada aksi teror pasca bom Gereja Makassar dan teroris Zaniah Aini serang Mabes Polri. Sebab Bali adalah pintu masuk dunia internasional untuk pariwisata.
Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana, mengatakan jajaran kodim di wilayah Bali, secara serentak meningkatkan pengamanan lebih ketat pasca dua kejadian tersebut.
"Saat hari kejadian itu juga kami langsung meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Kodim se-jajaran. Pengamanan ini dilakukan berkesinambungan, cuma karena ada kejadian di Makassar dan Mabes Polri jadi diperketat. Mulai dari penambahan pasukan dan mengajak mangajak masyarakat membantu keamanan di tempat-tempat tertentu," jelasnya.
Salah satunya, Kodim 1611/Badung mewilayahi Kabupaten Badung dan Denpasar yang padat penduduk juga pusat aktivitas.
Namun, di wilayah Badung dan Denpasar belum ditemukan tanda-tanda ancaman terorisme.
Hingga saat ini, situasi masih tergolong aman dan sedang fokus menggiatkan penanganan Covid-19.
Terkait dengan ada tidaknya tanda-tanda markas di wilayah Badung dan Denpasar tersebut, Dandim menjelaskan bahwa saat ini belum ada tempat-tempat tertentu yang dicurigai.
Ia mengatakan sinergitas TNI-Polri menjadi penting dalam menjaga keutuhan dan keamanan negeri ini. Dengan sinergitas ini, Dandim meyakinkan kondisi wilayah Bali, tetap aman dan kondusif.
Tidak diragukan lagi bentuk soliditas dan dan sinergitas TNI-Polri, ditambah lagi dengan keberadaan petugas keamanan setempat, juga membantu menjaga Bali ini.
Baca Juga: Wisata Bali: Wabah Desa Kapal Tertulis di Manuskrip Daun Lontar Babad Gumi
"Berbagai bentuk komunikasi dengan bagian intelijen kepolisian juga sudah dilakukan," tegasnya.
Dengan adanya peristiwa di Makassar dan Jakarta, sudah tentu menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya aparat saja. Ia menyatakan, aparat tidak bisa mengatasi keamanan kalau masyarakatnya tidak berperan aktif untuk sama-sama menjaga Bali ini.
Bali sebagai daerah wisata memiliki titik-titik vital yang juga mendapat atensi pengamanan dari pihak TNI-Kepolisian Indonesia. Terlebih lagi, persiapan pembukaan pariwisata di Bali juga menjadi perhatian banyak pihak, sehingga jajaran kepolisian setempat dari Polsek, Polres/Polresta dan Polda Bali mengerahkan personel lebih banyak di sudut-sudut daerah wisata.
Sejatinya, keberadaan ancaman terorisme tidak bisa diprediksi dan digambarkan secara langsung. Di satu sisi harus melalui pengawasan oleh ahli-ahli yang berwenang dalam penanganan aksi terorisme.
Yudana mengatakan teroris ini tidak bisa dideteksi secara terang-terangan karena memang membutuhkan penanganan khusus untuk mengetahuinya. Secara teknis, penjagaan dan pengamanan objek vital terus ditingkatkan sebagai bentuk antisipasi.
Selama ini, penemuan mantan-mantan narapidana lebih banyak keberadaannya di Nusa Tenggara Barat, sedangkan untuk Bali sedikit jumlahnya, sehingga peningkatan kewaspadaan itu yang harus terus dilakukan.
Berita Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Mengurai Misteri Buku Catatan 1994 di Novel Teror Diari Tua
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia
-
WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri
-
Tanpa Ribet, Ini Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Buat Penuhi Berbagai Kebutuhan