SuaraBali.id - Lagi musim pelakor alias perebut laki orang di dunia keartisan dan dunia nyata. Namun jangan khawatir bunda-bunda yang punya suami direbut wanita simpanan, ada sebuah biro jasa untuk kembali rebut suami Anda dari perempuan simpanan suami.
Kabar baik ini datang dari Xiao Sheng, seorang pria asal China.
Xiao Sheng membuka jasa sebagai konselor emosional bagi pasangan yang nyaris bercerai karena perselingkuhan. Pria berusia 31 tahun ini mengkhususkan jasanya yang fokus untuk memisahkan pria-pria Tionghoa yang sudah menikah dari selingkuhan mereka.
Xiao Sheng memastikan mereka kembali ke istri mereka, yang juga merupakan kliennya. Dilansir laman Odditycentral, Xiao Sheng telah berkecimpung dalam bisnis memutuskan pria yang sudah menikah dari kekasihnya selama enam tahun.
Ia juga telah menempuh perjalanan jauh dari kotanya sejak dia pertama kali memulai bisnis uniknya ini.
Kini Xiao Sheng memiliki 8 orang staf yang bekerja bersamanya, termasuk analis situasi, dan manajer layanan pelanggan, serta aktor dan direktur yang siap membantunya ketika skenario tertentu perlu dilakukan.
Tekniknya bisa menjadi sangat kompleks, dan sangat mahal, dengan kontrak rata-rata menghabiskan biaya klien sebesar 150.000 yuan atau sekitar Rp335 juta.
Dikatakannya membuat kesepakatan adalah hal yang paling sulit dari seluruh proses. Untuk jasanya dalam kasus yang disajikan di atas, Xiao Sheng menerima bayaran sebesar 200.000 yuan atau setara dengan Rp437 juta.
Meski nampaknya jarang, namun ternyata Xiao Sheng merupakan satu-satunya yang memiliki jasa unik itu.
Baca Juga: Viral Ayah Dandani Anak Mirip Tuyul, Sang Istri Rela Jadi Simpanan
Ia pun mengakui tidak sulit mencari klien meskipun ia tidak pernah memberikan jaminan apa pun.
“Itu karena ada banyak faktor yang di luar kendali. Tim kami selalu harus siap menghadapi kemungkinan apapun itu,” ujarnya.
Sebagian besar dari layanan Xiao Sheng menganalisis situasi dan semua pihak yang terlibat dan menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dengan lancar.
Berbagai layanan ditawarkan di perusahaan Xiao Sheng, selain memisahkan pasangan yang berselingkuh, konselor muda ini juga bisa diam-diam menyingkirkan orang ketiga dengan cara baik-baik.
“Orang ketiga itu diminta melakukan ghosting dengan perjanjian tertentu yang terkait hukum, sehingga si pria mau tak mau akan kembali ke rumah.”
Layanan lainnya adalah menguji kesetiaan pasangan untuk mengetahui apakah ia akan tergoda jika dirayu.
Berita Terkait
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Skandal Heart Signal 5: Peserta Acara Dituduh Jadi Pelakor hingga Hancurkan Rumah Tangga Orang!
-
Viral Ibu-Ibu Labrak Selingkuhan Suami, Paksa Keluar Mobil hingga Tersungkur ke Aspal
-
Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak Istri Sah
-
Dulu Viralkan Pelakor Gayung Love Pink, Agnes Jennifer Kini Putuskan Cerai
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya