SuaraBali.id - Viral pernyataan lawas Gus Dur yang menyatakan bom Bali berasal dari polisi atau TNI. Dalam video wawancara yang terpotong tersebut, Gus Dur menduga asal bom untuk ledakan Bali di awal 2000 berasal dari polisi atau TNI.
Video wawancara Gus Dur itu diedarkan oleh akun twitter @AidulFa. Video itu ramai diperbincangkan setelah aksi bom bunuh diri bom Gereja Makassar.
“Ya, Siapa yang tahu bahwa semua ini ada dalangnya, bisa saja pelakunya aparat yang selama ini dianggap sebagai pelakunya, yaitu dari kelompok fundamentalis,” ungkap Gus Dur dalam video itu.
“Tapi Jamaah Islamiyah juga dituduh terlibat,” kata Jurnalis pada Gus Dur.
Gus Dur membalasnya memang informasi yang ia peroleh aktor bom kala itu adalah kelompok yang disebutkan. Namun kan saat itu, Gus Dur berdalih buktinya belum ada.
“Ya Saya tahu, tapi tidak ada bukti, bukti yang ada malahan bom itu mirip dengan kepunyaan Polisi,” ujar Gus Dur.
Kemudian Gus Dur mengatakan Amrozi, bomber Bali I, memang yang mengebom pertama.
“Amrozi menyulut bom pertama, itulah selalu masalahnya, tapi tidak berarti ia terlibat. Tidak, tidak, tidak”.
Selanjutnya jurnalis asing pun bertanya lagi pada Gus Dur: “Jadi Anda yakin bahwa para pengebom tidak tahu bahwa ada bom kedua?,” tanyanya.
Baca Juga: Viral Video Gus Dur Sebut Bom dari Aparat, Alissa Wahid Angkat Bicara
“Ya, betul,” jawab Gus Dur.
Lalu jurnalis tersebut langsung bertanya lagi: “Siapa yang merencanakan bom kedua?,”.
“Bisa jadi itu Polisi, atau Tentara, Saya tidak tahu,” jawab Gus Dur tertawa.
“Itu masalahnya. Setiap bom yang ada sampai saat ini selalu milik pemerintah,” kata Gus Dur menegaskan.
Sementara itu putri Gus Dur, Alissa Wahid angkat bicara. Dia bilang konteknya sudah beda gitu. Alissa Wahid menekankan konteks video pernyataan Gus Dur soal bom itu konteksnya puluhan tahun lalu, bukan tahun-tahun belakangan ini.
Alissa menjelaskan video pernyataan Gus Dur yang salah satunya mengatakan bom itu itu dari aparat sendiri, konteksnya perlu dipahami betul.
Tag
Berita Terkait
-
Hari Sumpah Pemuda, Tiga Tokoh Bangsa Terima Lifetime Achievement Award
-
Menafsir Hari Santri: Dari Resolusi Jihad ke Realitas Sosial Hari Ini
-
24 Tahun Bom Bali, Kenangan dan Doa untuk 202 Korban
-
Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur
-
Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
-
Ini Identitas Dua Bule Prancis Pemeran Video Syur Berdurasi 13 Menit yang Hebohkan Bali
-
Pakai Barcode Palsu, Sindikat BBM Subsidi di Denpasar Raup Omzet Rp75 Juta
-
Polda NTB Sita 1.734 Liter Pertalite Subsidi di Lombok Timur
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN