Scroll untuk membaca artikel
Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 24 Januari 2021 | 20:56 WIB
Ilustrasi gula. (Shutterstock)

Banyak yang percaya bahwa memakan permen dapat membuat anak menjadi 'liar'. Faktanya, tidak bukti ilmiah tentang hal ini.

Hasil meta-analisis pada 1995 yang terbit dalam JAMA menunjukkan gula (terutama sukrosa) tidak memengaruhi perilaku atau kinerja kognitif pada anak.

3. Gula menyebabkan diabetes

Ini adalah mitos umum yang banyak dipercaya orang-orang hingga kini. Padahal sebenarnya, tidak ada hubungan langsung antar keduanya.

Baca Juga: Awas, Kualitas Makanan dan Minuman Buruk Picu Diabetes Hingga Hipertensi

Mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi memang meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan berat badan berlebih atau obesitas.

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor diabetes tipe 2. Sedangkan untuk diabetes tipe 1 faktor gaya hidup dan makanan tidak berperan.

Ilustrasi gula. (Shutterstock)

4. Kita tidak boleh mengonsumsi gula

Mengonsumsi gula secara berlebihan memang berdampak pada kesehatan, sehingga masuk akal apabila Anda ingin mengurangi asupannya. Namun, tidak perlu sampai tidak mengonsumsinya sama sekali.

Misalnya, buah mengandung gula alami dan kita tidak perlu menghindarinya hanya karena kandungan tersebut. Sebaliknya, buah ini justru memberi manfaat bagi tubuh Anda.

Baca Juga: Kontrol Gula Darah Pasien Diabetes Tipe 2, Cobalah Konsumsi Jeruk dan Tomat

Kuncinya adalah keseimbangan. Anda dapat mengurangi asupan gula dengan tidak mengonsumsi minuman yang berbahan dasar pemanis buatan.

Load More