SuaraBali.id - Bali menjadi salah satu destinasi wisata populer untuk menghabiskan libur panjang akhir tahun. Namun, kepopuleran Bali juga meningkatkan risiko penyebaran virus Corona.
Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital dr. Nugraheni Irda, Sp.PD, masyarakat yang ingin libur panjang sebaiknya menghindari 8 provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.
8 Provinsi itu diantaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali, dan Kalimantan Selatan.
"Maka dari itu, hindari wilayah-wilayah tersebut untuk berlibur karena wilayah tersebut memiliki banyak destinasi wisata yang menarik sehingga banyak wisatawan yang datang berkunjung," ujar dr. Nugraheni berdasarkan siaran pers yang diterima suara.com, Kamis (24/12/2020).
Pendapat lain diutarakan dr. Mohammad Irfan, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara yang menyarankan untuk selalu mengecek status zona wilayah kasus Covid-19.
Sebisa mungkin menghindari daerah red zone sehingga keterpaparan terhadap covid semakin berkurang.
"Kuncinya adalah kedisiplinan menjaga 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ungkap dr. Irfan.
Lebih lanjut, dr. Irfan juga mengingatkan untuk memilih area rekreasi wisata dengan ruangan terbuka seperti pegunungan, situs budaya seperti candi, pantai, taman kota, kebun, berkemah di kaki gunung, dan lain sebagainya.
Sangat penting untuk selalu menghindari tempat keramaian dan cari tempat wisata yang selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat.
Baca Juga: Yakin Mau Tahun Baru ke Puncak? 38 Kecamatan di Bogor Zona Merah COVID-19
"Tentunya tempat yang terbuka lebih baik dibandingkan ruang tertutup dari segi penularan Covid-19. Di ruangan terbuka, udara segar terus bergerak dan berganti membantu menyebarkan cairan atau mikro partikel sehingga kepadatan virus berkurang. Sedangkan, saat berada di dalam ruangan, terdapat penyebaran virus melalui cairan (mikro partikel) yang dilepaskan ke udara saat berbicara, batuk, atau bersin," sambung dr. ujar Nugraheni.
Berita Terkait
-
Belanja Produk Panasonic, Siap-Siap Terbang ke Jepang!
-
Arya Wedakarna Minta Semeton Jangan Salaman ke Artis yang Bikin Konten Jelek soal Bali
-
Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia
-
Pilih Rugi daripada Sakit Hati! Ria Ricis Batal Naik Helikopter di Bali Gara-Gara Pelayanan Judes
-
Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Lombok, Termasuk Gelaran MotoGP Mandalika
-
Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api
-
Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?
-
Sambut MotoGP Mandalika 2026: Pecco Bagnaia dan Jorge Martin Sudah Tiba, Marquez Kapan?
-
Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul