Aktivitas di Tengah Pandemi
Saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kegiatan Malam Museum sempat terhenti sesaat. Namun, mereka mulai aktif kembali dengan kegiatan internal secara virtual. Beberapa webinar telah dilaksanakan sejak pandemi.
Selain webinar, saat era New Normal mulai berjalan, kegiatan Jelajah Museum pun di mulai kembali. Selama pandemi Covid-19, kegiatan Jelajah Museum di lakukan pada pagi hari.
Semua peserta wajib menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, tidak sedang demam, menggunakan masker dan juga face shield.
Kegiatan Jelajah Museum yang dihelat di tengah pandemi Covid-19 tetap mendapat antusias luar biasa dari masyarakat.
Komunitas Malam Museum membuka 2 sesi dengan peserta 50 orang per sesi dan di tengah pandemi ini kuota peserta tetap terisi penuh. Tentu saja setiap peserta pun harus menjaga jarak aman.
Untuk sementara waktu ini pun, Komunitas Malam Museum belum menerima peserta dari luar kota Yogyakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecam Pernyataan Londo Ireng, Jurnalis Bali: Prabowo Harus Minta Maaf
-
Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya
-
Jokowi Hadiri CFD Kupang, Warga Teriak: Bapak Kesayangan Pulang Kampung
-
Melihat Budidaya Kakao Jembrana, Emas Cokelat Yang Memikat Pasar Jepang Dan Eropa
-
WNA Kembali Berulah Indikasi Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas