SuaraBali.id - Tim Opsnal Resnarkoba Polresta Denpasar mengamankan 20 tersangka kasus narkoba. Salah satu tersangka, merupakan mantan dosen Politeknik Negeri di Bali.
Pelaku yang berinisial S (56) dicocok atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.
Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitua Panjaitan, polisi mengamankan S di rumahnya di kawasan Jalan Tukad Yeh Aya Panjer Denpasar, Sabtu (3/10/2020) malam.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan pengintaian kurang lebih sepekan.
Benar saja, saat dilakukan penggelendahan, tersangka kedapatan menyimpan sabu-sabu.
"Setelah kamarnya digeledah, ditemukan 2 paket sabu seberat 0,31 gram," ungkap Jansen seperti dikutip dari Beritabali.com (jaringan Suara.com), Jumat (16/10/2020).
Pria berusia 56 tahun itu kemudian digiring bersama puluhan tersangka lainnya saat rilis di Rutan Polresta Denpasar, Kamis (15/10).
Dalam kesempatan tersebut Jansen bertanya kepada tersangka. "Sejak kapan pakai narkoba?," tanyanya.
"Baru pak,” jawab Sunarta singkat sembari tertunduk.
Baca Juga: BEM Unair Siap Fasilitasi Debat Henry Subiakto vs Airlangga Pribadi
"Baru ketahuan ya?” kelakar Jansen.
Jansen menuturkan S pernah menjadi PNS di Universitas Udayana. Selain pengajar, tersangka juga sebagai konsultan independen Kantor Balai Prasarana Wilayah dan Permukiman cabang Bali.
"Ia mengaku mengundurkan diri sebagai PNS pada bulan Maret 2017. Juga pernah sebagai pengawas proyek swasta, Konsultan Independen Kantor Balai Prasarana Wilayah dan Pemukiman Cabang Bali," ungkapnya
Kepada polisi, S mengaku sudah mengonsumsi narkoba sejak tiga bulan lalu.
Ia membeli sabu sebesar Rp800 ribu dari seseorang yang disapa Koplar, namun tidak pernah bertemu dengan pengedar tersebut.
"Setiap transaksi dilakukan dengan sistem tempel. Kami masih mencari Koplar," kata Jansen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
BRImo Hadirkan Cara Baru Berinvestasi, Transfer Dana Sekaligus Beli Emas Secara Otomatis
-
Harga Daging Sapi di Mataram Tembus Rp145 Ribu, Jagal RPH Majeluk Mogok Massal
-
Warga Bali Ramai-Ramai Serahkan Monyet Ekor Panjang ke BKSDA
-
BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia, Investasi Global Kini Bisa Lewat BRImo
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'