Berdasarkan Manual MSD, umumnya melahirkan akan kehilangan sekitar satu liter darah selama dan setelah melahirkan melalui vagina.
Darah hilang karena sebagian pembuluh darah terbuka saat plasenta terlepas dari rahim. Kontraksi rahim membantu menutup pembuluh ini sampai pembuluh bisa sembuh.
Sedangkan kelahiran sesar menghasilkan sekitar dua kali lipat kehilangan darah dibandingkan persalinan pervaginam, sebagian karena persalinan membutuhkan sayatan di rahim, dan banyak darah yang dipompa ke rahim selama kehamilan.
Kehilangan darah dianggap berlebihan jika salah satu dari hal berikut terjadi dalam waktu 24 jam setelah melahirkan:
- Lebih dari 2 liter darah hilang.
- Sang ibu memiliki gejala kehilangan darah yang signifikan, seperti tekanan darah rendah, detak jantung cepat, pusing, kelelahan, dan lemas.
Kehilangan darah yang berlebihan biasanya terjadi segera setelah melahirkan tetapi dapat terjadi paling lambat 1 bulan setelahnya.
Pada hari yang sama Surya mengatakan kondisi Rachel mulai membaik dan stabil.
"Tetapi alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik, sudah mulai stabil lagi, tekanan darahnya sudah turun, sudah mulai stabil lah moga-moga sih," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin