SuaraBali.id - Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Tahun 2020 akan berbeda dari tahun sebelumnya. Pasalnya, acara tersebut akan dimeriahkan dengan lomba Tiktok.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof Dr I Wayan "Kun" Adnyana menerangkan lomba tersebut baru pertama kali diselenggarakan dalam FSBJ.
Tujuannya yakni memberikan kesempatan kepada kreator atau koreografer melakukan olah kreasi virtual dalam bentuk koreografi tari.
"Pertama, karena memang ada aplikasinya khusus kemudian kita tahu di masyarakat banyak penggemarnya," ujarnya, Senin (14/8/2020).
Selain itu, dengan lomba (pawimba) video Tiktok dapat digunakan sebagai jang mencari bakat dalam konteks mengembangkan tari ataupun tata koreografi.
"Yang terpenting tujuan utama lomba ini untuk mempopulerkan keberadaan Festival Seni Bali Jani 2020 bagi kalangan muda," katanya.
Kun Adnyana menambahkan FSBJ II tahun 2020 yang mewadahi seni inovatif dan kekinian itu yang dilaksanakan secara virtual, menjadi konsistensi jawaban atas pemberlakuan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali yang diundangkan 9 Juli 2020.
FSBJ tahun ini mengangkat tema "Candika Jiwa: Puitika Atma Kerthi" yang bermakna semesta kreativitas terkini dalam "mencandikan" jiwa, spirit, taksu, atau ide-ide yang cemerlang.
Sebagai refleksi dan akselerasi situasi pandemi dengan tema tersebut, maka ditetapkan tagline FSBJ II Tahun 2020: Bali Arts Virtual.
Baca Juga: Viral, Perempuan Ini Terjun Ke Sungai yang Kotor Demi Konten TikTok
FSBJ akan digelar pada 31 Oktober - 7 November 2020 mendatang.
Terkait dengan sajian lomba video Tiktok, peserta mengolah secara kreatif materi-materi atau ide-ide otentik dengan komposisi musik yang telah disiapkan oleh panitia.
Dengan demikian, Tiktok bisa dimanfaatkan sebagai upaya turut serta memajukan seni budaya Bali, sehingga semakin mendapat apresiasi publik nasional dan bahkan internasional.
Sementara pesertanya merupakan masyarakat umum, perorangan, atau kelompok maksimal tiga orang.
"Jadi kita yang buatkan musik dan lagunya. Semacam menjadi 'mars-nya' Festival Seni Bali Jani. Nanti direspon oleh peserta lomba dengan gerak dan tari. Karena konten dalam Tiktok itu berupa musik dan lagu, sehingga dengan cara diperkenalkan dan ditonton berulang-ulang di aplikasi Tiktok membuat masyarakat lebih mudah mengakrabi keberadaan festival ini," kata Kun Adnyana.
Tidak hanya lomba video Tiktok, ada juga lomba lainnya seperti lomba Karya Cipta Fotografi (untuk umum), lomba artikel jurnalistik (untuk jurnalis dan masyarakat umum), lomba seni lukis (untuk SMP-SLB se-Bali ber-KTP domisili Bali).
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Indosat Ungkap Pertahanan Scam di Era AI, 224 Juta SMS Penipuan Diblokir Sebelum Masuk ke Pelanggan
-
Menteri Perumahan Apresiasi BRI Dalam Perluasan Pembiayaan Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Nurul Adha Terancam Pimpin Lombok Barat Sendirian hingga 2029, Ini Penyebabnya
-
BRI Kartu Kredit Hadirkan Promo Hemat 25% untuk Boost Harimu
-
9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1