SuaraBali.id - Belakangan warga digegerkan dengan beredarnya isu gempa bumi dan tsunami di Pulau Sumba, Nusa Tenggar Timur (NTT) akan terjadi pada Jumat (26/8/2020).
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Waingapu, Arief Tyastama memberikan klarifikasi. Arief mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut.
Penegasan itu disampaikan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di Facebook. Informasi tersebut dianggap telah meresahkan warga.
"Sehubungan dengan beredarnya informasi yang meresahkan masyarakat di media sosial (Facebook) terkait isu prediksi gempa bumi dan tsunami yang akan terjadi pada hari Jumat, 28 Agustus 2020 di Sumba, maka Stasiun Geofisika Sumba Timur (BMKG) menegaskan bahwa tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu," ujar Arief melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Rabu (26/8/2020).
Menurutnya gempa bumi dapat terjadi setiap saat. Meski begitu, hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi kapan gempa bumi akan terjadi.
Oleh karena itu, Arief mengimbau agar masyarakat Sumba tidak menanggapi isu-isu yang beredar terkait dengan prediksi gempa bumi dan tsunami.
Warga diharapkan mengacu pada informasi yang disampaikan oleh lembaga resmi seperti BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan TNI/Polri.
Berita Terkait
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
BPBD DKI Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 14-17 Januari 2026
-
Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
-
Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis