SuaraBali.id - Kabar seorang bule Rusia Rusminnubaev Marat (36) hidup menggelandang di taman dekat Patung Ngurah Rai, Kuta, viral di media sosial.
Warga negara asing tersebut hidup terlantar sekitar sebulan terakhir lantaran mengaku kehabisan uang untuk pulang ke negaranya setelah berwisata.
Mengenai kejadian ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk buka suara.
Dikutip dari Beritabali.com -- jaringan Suara.com, Selasa (14/7/2020), Jamaruli mengatakan bahwa Marat telah mendapat perpanjangan izin tinggal di Indonesia karena adanya pandemi Covid-19.
Kendati begitu, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadaop Marat, apakah melakukan tindak pelanggaran atau tidak.
"Kami masih memeriksa yang bersangkutan apakah ada pelanggaran yang dilakukannya. Apakah harus dipulangkan ke negaranya kita lihat nanti," ujar Jamaruli kepada awak media Senin (13/7)
Menurut Jamaruli, pihaknya telah menerima informasi mengenai bule Rusia yang menganggu ketentraman warga di sekitar Bandara Ngurah Rai hingga satpol PP Kabupaten Badung turun tangan.
"Dia diamankan Sat Pol PP dan sudah diserahterimakan kepada Imigrasi Ngurah Rai," sambung Jamaruli.
Namun pihaknya, jelas Jamaruli, belum dapat mengambil tindakan deportasi. Sebab, jalur penerbangan masih terbatas di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: Diduga Nikahi Istri Orang, Ketua Bawaslu Lombok Tengah Dilaporkan Polisi
Apalagi, berdasarkan laporan Kemenkumham wilayah Bali, hingga kekinian, terdapat sekitar 7000 WNA yang terpaksa masih tinggal di Bali lantaran tidak adanya penerbangan ke negara asal mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang