Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Pemprov Bali turun tangan selidiki fenomena hotel dijual. Gubernur Koster klaim pariwisata tetap tumbuh normal dengan okupansi hotel capai 80-90%.

Budi Arista Romadhoni
Senin, 21 September 2026 | 16:38 WIB
Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya
Gubernur Bali Wayan Koster respons soal isu sejumlah hotel dijual, Denpasar, Senin (21/9/2026). [ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari]
Baca 10 detik
  • Gubernur Bali Wayan Koster memerintahkan pendataan hotel dijual di Bali pada Senin, 21 September 2026.
  • Pemerintah Provinsi Bali menyatakan tingkat kunjungan dan okupansi hotel berbintang masih tinggi serta tumbuh positif.
  • Gubernur Bali menduga penjualan hotel disebabkan masalah bisnis internal perusahaan, bukan karena kelesuan pariwisata.

Ia menduga terdapat persoalan internal perusahaan yang menyebabkan sebuah hotel akhirnya dijual atau bahkan ditutup.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika perusahaan memiliki jaringan bisnis di berbagai daerah dan mengalami tekanan finansial pada usaha di luar Bali.

Menurut Koster, dalam situasi seperti itu, keuntungan dari unit usaha yang masih berjalan di Bali bisa saja digunakan untuk menutup kerugian perusahaan di wilayah lain.

“Bisnisnya tidak hanya di Bali, di Balinya bagus tapi di luar Balinya dia berat, akhirnya keuntungan di sini tersedot ke sana, tidak tahan, tutup yang di sini, dijual,” katanya.

Baca Juga:WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri

Okupansi Hotel Disebut 80-90 Persen

Pemprov Bali juga menepis anggapan bahwa maraknya hotel yang ditawarkan untuk dijual terjadi karena Bali mengalami kelebihan kamar akibat pembangunan hotel yang terlalu masif.

Koster mengatakan tingkat keterisian kamar hotel secara keseluruhan masih berada pada kondisi yang baik apabila manajemen bisnis dijalankan secara profesional.

Bahkan, untuk hotel berbintang, tingkat keterisian kamar saat ini disebut berada di kisaran 80 hingga 90 persen.

Angka tersebut menjadi dasar bagi Pemprov Bali untuk melihat fenomena hotel dijual secara lebih hati-hati.

Baca Juga:Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Dengan tingkat kunjungan wisatawan yang masih tinggi dan okupansi hotel berbintang yang disebut mencapai 80-90 persen, pemerintah daerah menilai perlu melihat persoalan masing-masing perusahaan sebelum mengaitkannya dengan kondisi industri pariwisata secara keseluruhan.

Sebab, sebuah hotel dapat mengalami tekanan bisnis meskipun pasar pariwisata di daerah tersebut tetap tumbuh.

Pemprov Diminta Petakan Hotel yang Dijual

Karena itu, Koster meminta Dinas Pariwisata Bali segera melakukan pendataan bersama pemerintah Kabupaten Badung dan Dinas Perizinan.

Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui berapa banyak hotel yang benar-benar ditawarkan untuk dijual, lokasi hotel, kondisi usaha, serta persoalan yang m

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini