- Informatika Kelas IX Kurikulum Merdeka membahas dampak sosial, termasuk keamanan data internet dan studi kasus kejahatan siber.
- Phising email bekerja melalui situs web palsu, memancing korban memasukkan kredensial untuk pencurian data finansial atau privat.
- Kerawanan phising email terletak pada social engineering akibat sifat pengguna yang kurang berhati-hati saat menerima surel tidak dikenal.
SuaraBali.id - Dalam mata pelajaran Informatika Kelas IX Kurikulum Merdeka BAB 8 membahas mengenai Dampak sosial Informatika.
Melansir dari buku Informatika untuk SMP/MTS Kelas IX (2022) karya Hanson Prihantoro Putro, Dean Apriana Ramadhan, Irya Wisnubhadra, Maresha Caroline Wijanto, Vania Natali, Adam Mukharil Bachtiar, Mewati Ayub, Wahyono Natalia, Husnul Hakim, Musthofa, Auzi Asfarian dan Kurniawan Kartawidjaja.
Dalam BAB tersebut siswa mempelajari tentang keamanan data di Internet.
Pada halaman 185 terdapat studi kasus mengenai Kejahatan di Internet.
Baca Juga:Kunci Jawaban Matematika Kelas XII Halaman 85 Uji Kompetensi 2: Busur dan Juring Lingkaran
Siswa diberi pertanyaan yang berkaitan dengan teks tersebut. Berikut kunci jawaban Informatika Kelas IX Halaman 185.
Kunci Jawaban Informatika Kelas IX Halaman 185
Apa yang kalian diskusikan?
1. Buatlah ringkasan dalam bentuk gambar/diagram dengan tools kolaborasi digital, tentang cara phising email bekerja.
Jawaban:
Baca Juga:Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas VI Halaman 17 dan 20: Sejarah Bahasa Indonesia
-Phising email yang menginginkan balasan email, balasan tersebut diharapkan oleh pembuat phising email ialah menyertakan informasi privat yang dapat merugikan pemiliknya jika dicuri.
-Phising email bekerja dengan urutan sebagai berikut:
1) Phiser mempersiapkan situs web palsu dengan kelengkapan perkakas untuk phising, seperti kode yang dapat menyimpan data yang dimasukkan oleh korban.
2) Phiser mengirimkan banyak email ke pengguna secara bulk dan acak.
3) Ketika email diterima korban, isi email memancing korban agar dapat terkecoh dan tergiring untuk mengklik link/attachment.
4) Korban dapat terkecoh dengan mengirimkan kredensial mereka, seperti username dan password.