Kasta, Sistem Kepercayaan di Bali yang Mengatur Nama Hingga Pernikahan

Sistem kasta merupakan bagian integral dari budaya dan masyarakat Bali.

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 16 Mei 2024 | 18:36 WIB
Kasta, Sistem Kepercayaan di Bali yang Mengatur Nama Hingga Pernikahan
ILUSTRASI - Umat Hindu melaksanakan prosesi dalam upacara Tawur Agung Kesanga 2023 di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta, Selasa (21/3/2023). [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso].

* Kasta terendah yang terdiri dari pekerja kasar, seperti buruh tani dan nelayan.
* Melakukan pekerjaan yang dianggap "kotor" atau "tidak pantas" oleh kasta lain.
* Memiliki status sosial yang rendah dan terbatas pada peran-peran khusus.

Peraturan dan Tradisi

Sistem kasta di Bali mengatur berbagai aspek kehidupan, termasuk:

* Pernikahan: Pernikahan antar kasta umumnya tidak diperbolehkan.
* Pekerjaan: Kasta menentukan jenis pekerjaan yang dianggap dapat diterima.
* Upacara Keagamaan: Upacara tertentu hanya diperuntukkan bagi kasta tertentu.
* Pakaian: Kostum tradisional berbeda-beda menurut kasta.
* Penamaan: Nama-nama keluarga mencerminkan kasta seseorang.

Baca Juga:22 Penari Pendet Disiapkan di Landasan Bandara Ngurah Rai Sejak Malam

Perubahan Modern

Dalam beberapa dekade terakhir, sistem kasta di Bali telah mengalami perubahan yang signifikan. Globalisasi, pendidikan, dan pariwisata telah berkontribusi pada pelonggaran batasan kasta. Namun, sistem kasta masih memainkan peran penting dalam masyarakat Bali, meskipun fungsinya berkurang.

Sistem kasta di Bali adalah sistem yang kompleks dan berlapis-lapis yang telah membentuk budaya dan masyarakat Pulau Dewata selama berabad-abad. Meskipun sistem ini terus berubah, sistem ini tetap menjadi bagian integral dari identitas Bali dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Bali hingga saat ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini

Tampilkan lebih banyak