Diketahui, gangguan distimia ini bisa bertahan selama bertahun-tahun, bahkan fatalnya bisa mempengaruhi semua aspek hidup para penderitanya.
Gejala Distimia
Gejala dari penyakit ini bisa berlangsung minimal dua tahun dengan bentuk gejala sebagai berikut:
- Perasaan sedih dan putus asa secara terus menerus
- Mengganggu pola tidur
- Energi rendah
- Perubahan pada nafsu dan pola makan
- Kesulitan untuk berkonsentrasi
- Tidak memiliki keinginan dalam kegiatan sehari-hari
- Turunnya produktivitas
- Harga diri yang buruk
- Cenderung bersikap negatif
- Menjauhi kegiatan sosial
Gejala distimia biasa muncul selama masa kanak-kanak atau remaja, atau pada orang tua di atas 52 tahun. Mereka yang mengalami distimia biasanya tampak mudah tersinggung, pesimis, gangguan sosial, masalah perilaku dan murung dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga:Sosok Dan Profi Rudy Salam, Aktor Lawas yang Meninggal Setelah Depresi 7 Tahun
Adapun gejala-gejala tersebut bisa saja datang dan pergi selama beberapa tahun, dan memiliki tingkat keparahan yang bervariasi dari waktu ke waktu.
Penyebab Distimia
Sebenarnya, masih belum diketahui secara pasti penyebab dari gangguan Distimia. Namun diketahui, terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab dari munculnya gangguan Distimia.
Faktor-faktor tertentu memiliki kontribusi pada gejala Distimia, yaitu:
- Terjadi ketidakseimbangan bahan kimia di dalam otak
- Riwayat keluarga
- Riwayat kondisi kesehatan mental lain seperti gangguan kecemasan atau gangguan bipolar
- Adanya peristiwa kehidupan yang penuh tekanan atau traumatis, seperti kehilangan orang yang dicintai, hingga pada masalah keuangan
- Penyakit fisik kronis, seperti misalnya penyakit jantung atau diabetes
- Terjadi trauma otak fisik, seperti misalnya gege