Lebih lanjut Elis bercerita dalam kehidupan sehari-hari, bapaknya bernama Syafrudin bekerja serabutan.
Untuk menopang ekonomi ibunya Elis atas nama Qoriatussaumi bekerja sebagi tukang jahit, lagi-lagi penghasilan tidak menentu tergantung dari upah yang diberikan.
“Bapak kerja serabutan kalau ibu tukang jahit," katanya.
Sementara ibundanya Elis mengakui jika anaknya sudah menyampaikan keinginan menjadi penghafal al-quran.
Baca Juga:Kabel Melintang di Monkey Forest Ubud, Bus yang Melintas Pun Waswas
Terlebih keinginnya sudah terlihat sejak kecil dan memulai mengenyam pendidikan dibangku SD. Tekad itu diwujudkan dengan memasukkan Elis di Ma’had Hamzanwadi Pancor.
“Dari dulu dia ingin menjadi penghafal, alhamdulillah sekarang baru masuk semester I," ujarnya.
Untuk kesembuhan sang anak, ibunda Elis terus mendukung dan membawa berobat hingga luar pulau. Hal ini sebagi usaha untuk demi kesembuhan sang buah hati.
“Ada rencana mau dibawa ke Surabaya untuk berobat," pungkasnya.
Kontributor Toni Hermawan
Baca Juga:Daftar Harga Dan Cara Beli Tiket Laga Bali United Vs Persija Jakarta