Daerah di NTT Ini Jadi Wilayah Paling Ekstrem di Indonesia, 83 Hari Tidak Diguyur Hujan

BMKG Stasiun Klimatologi NTT mengemukakan wilayah Rambangaru di Kecamatan Haharu, Sumba Timur jadi daerah paling ekstrem lantaran tidak ada hujan yang turun selama 83 hari.

Chandra Iswinarno
Kamis, 16 Juni 2022 | 16:57 WIB
Daerah di NTT Ini Jadi Wilayah Paling Ekstrem di Indonesia, 83 Hari Tidak Diguyur Hujan
Ilustrasi Kekeringan. [ANTARA FOTO/Dedhez Anggara]

SuaraBali.id - Meski sudah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah di Indonesia masih tetap diguyur hujan. Walau begitu, masih ada wilayah di Indonesia yang mengalami cuaca ekstrem karena lama tidak diguyur hujan.

Dari pengamatan Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur (NTT) wilayah Rambangaru di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur menjadi daerah paling ekstrem lantaran tidak ada hujan yang turun di wilayah tersebut lebih dari 80 hari.

“Di Rambangaru sudah 83 hari tanpa hujan,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTT Ryan Sudrajat seperti dikutip Digtara.com-jaringan Suara.com.

Lantaran itu, Rambangaru tercatat sebagai wilayah tertinggi di Indonesia untuk kategori ekstrem panjang.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Indonesia 16 Juni 2022, Awas Hujan Lebat Disertai Petir di Sumatera dan Pontianak

Selain Rambangaru, menurut catatan BMKG Stasiun Klimatologi NTT, ada sejumlah wilayah lain di provinsi tersebut yang mengalami hari tanpa hujan dalam periode menengah hingga sangat panjang.

Tercatat ada dua wilayah di NTT yang masuk kategori hari tanpa hujan sangat panjang yakni, Desa Kamanggih, Kecamatan Kahaungu Eti di Kabupaten Sumba Timur yang sudah 53 hari tak ada hujan dan Desa Oemofa, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang selama 51 hari.

Kemudian, satu wilayah yang masuk kategori menengah yakni Dewa Tawui, Kecamatan Pinupahar, Kabupaten Sumba Timur dengan periode 11 hari. Lebih lanjut, Ruan mengemukakan, di NTT pada umumnya berada pada kategori hari hujan dan hari tanpa hujan sangat pendek yakni 1-5 hari.

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian pertama Juni, sebagian besar wilayah NTT mengalami curah hujan dengan kategori rendah yakni 0-50 mm. Namun ada juga beberapa wilayah lainnya yang masih ada mengalami curah hujan tinggi dan sangat tinggi.

Dalam rinciannya, sebagian kecil wilayah di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara mengalami curah hujan dengan kategori tinggi yakni 151 mm hingga 300 mm.

Baca Juga:Cuaca Hari Ini Menurut BMKG : Denpasar Dan Mataram Berpotensi Diguyur Hujan

“Serta di sebagian kecil Kabupaten Sikka mengalami curah hujan dengan kategori sangat tinggi yakni 300 mm,” ujar Ryan.

Ryan mengungkapkan, selanjutnya prakiraan hujan dasarian ke depan pada umumnya rendah. Namun beberapa wilayah diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah hingga sangat tinggi.

Untuk mengantisipasi adanya kebencanaan karena cuaca ekstrem, secara rutin BMKG Stasiun Klimatologi NTT akan terus menyampaikan informasi terkait iklim di wilayah NTT, sehingga bisa diketahui masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini