alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Kabupaten Buleleng, Dulu Sebagai Jalur Perdagangan Hindia-Belanda

Pebriansyah Ariefana Rabu, 24 November 2021 | 11:10 WIB

Sejarah Kabupaten Buleleng, Dulu Sebagai Jalur Perdagangan Hindia-Belanda
Kabupaten Buleleng

Diceritakan bahwa dulunya wilayah Buleleng dikenal dengan sebutan Den Bukit.

SuaraBali.id - Sejarah Kabupaten Buleleng yang merupakan salah satu kabupaten di provinsi Bali. Buleleng berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Selat Bali di sebelah barat, Kabupaten Karangasem di sebelah timur. Kabupaten Jembrana, Bangli, Tabanan serta Badung disebelah selatan.

Kabupaten Buleleng merupakan daerah terluas di Bali. Daerah ini memiliki sejarah panjang. Sebelum Denpasar, Buleleng merupakan ibu kota provinsi Bali. Letak Buleleng yang berada di belahan utara, memanjang dari barat ke timur mempunyai pantai sepanjang 144 km.

Berdasarkan buku berjudul Citra Kabupaten Buleleng dalam Arsip, yang diterbitkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia tahun 2013, diceritakan bahwa dulunya wilayah Buleleng dikenal dengan sebutan Den Bukit.

Den Bukit dianggap sebagai sebuah daerah yang misterius, terra incognito alias tanah yang tak dikenal. Dahulu sebelum kemerdekaan Indonesia sistem pemerintahannya adalah kerajaan.

Baca Juga: Potensi Siklon Tropis Paddy Berdampak di Bali, Masyarakat Diminta Waspada

Seorang pemimpin bernama Ki Gusti Panji Sakti berkuasa di Den Bukit mulai tahun 1660 hingga 1697. Awalnya Buleleng merupakan nama sebuah puri yang dibangun oleh Panji Sakti di tengah tegalan jagung gembal yang disebut dengan Buleleng. Puri tersebut kemudian bernama Puri Buleleng.

Setelah wafatnya Ki Gusti Panji Sakti, terjadi perseteruan di kerajaan Buleleng. Hingga I Gusti Gde Karang raja asal Karangasem berhasil bertahta sebagai raja Buleleng pada tahun 1806-1818.

Ditengah kepemimpinan I Gusti Gde Karang, terjadi bencana banjir yang dahsyat hingga menghanyutkan penduduk ke arah laut. Akhirnya I Gusti Gde Karang membangun istana baru bernama Puri Singaraja. Lokasinya berada di sebelah barat jalan, berseberangan dengan Puri Buleleng yang dibangun Ki Gusti Pandji Sakti.

Kini Singaraja menjadi ibu kota Kabupaten Buleleng. Dahulu pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, Bulelelng merupakan daerah yang meguntungkan. Karena terletak dijalur perdagangan Batavia, Surabaya, Makasar, Ampenana dan Ambon.

Selain itu, Kabupaten Buleleng merupakan daerah yang berada diperbukitan. Yang menjadikan wilayah ini khas yaitu dekatnya wilayah pegunungah dan patai. Sehingga banyak wisata alam yang indah di daerah ini.

Baca Juga: Ngaku Kenal Ayah Dan Pura-pura Pusing, Buruh Serabutan di Bali Ini Bawa Kabur Motor

Bupati Buleleng dari Masa Ke Masa:

  1. Bagus Ketut Berata 1955-1960
  2. Ida Bagus Mahadewa 1960-1967
  3. Hartawan Mataram 1967-1978
  4. Drs. I Nyoman Tastera 1978-1988
  5. Drs. Ketut Ginantra 1988-1993
  6. Drs. Ketut Wirata Sindhu 1993-2002
  7. I Ketut Widjana, SH. 2002-2002
  8. Putu Bagiada 2002-2007
  9. Drs. I Gede Wardana, M.Si. 2007-2007
  10. Putu Bagiada 2007-2012
  11. Putu Agus Suradnyana, ST 2012-2021

Demikian sejarah Kabupaten Buleleng yang dahulu sebagai jalur perdgangan pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait