alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bali, Pulau Surga yang Kini Mati Suri Akibat Badai Covid-19

Eviera Paramita Sandi Senin, 22 November 2021 | 12:28 WIB

Bali, Pulau Surga yang Kini Mati Suri Akibat Badai Covid-19
Ilustrasi - Desa Adat Penglipuran (Suara.com/Risna Halidi)

Kini masyarakat Bali yang bergantung dari sektor pariwisata "badai" COVID-19 segera berlalu

SuaraBali.id - Pandemi Covid-19 menjadi tamparan keras bagi warga Bali saat ini. Hampir seluruh sektor pariwisata terhenti bahkan seakan "mati suri".

Banyak kegiatan warga yang sempat terbatasi akibat wabah yang menyerang dunia ini, termasuk adat istiadat di Bali. Bahkan pada upacara "Ngaben" (kremasi jenazah) di setra (kuburan) secara yang biasanya digelar beramai-ramai. Kini dilakukan hanya sebatas lingkungan keluarga dan kerabat terdekat.

Seorang tokoh masyarakat Karangasem, Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan dalam kehidupan warganya sejak terjadi pandemi COVID-19 telah mengikuti aturan prokes. Bahkan dalam kegiatan adat di desa setempat terjadi pembatasan.

"Langkah ini sebagai bukti kedisiplinan warga setempat mengikuti prokes dari aturan pemerintah dan sosialisasi serta pengawasan Satgas Percepatan Penanganan COVID-19. Jika semua masyarakat desa mampu menerapkan prokes, saya yakin virus corona segera berakhir di Bali," ucapnya kepada Antara.

Pada kegiatan adat, warga di Bali telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) antara lain "manggala karya" atau panitia penyelenggara kegiatan telah menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabunnya, menyiapkan masker, pemeriksaan suhu tubuh hingga pembatasan jarak.

Kini masyarakat Bali yang bergantung dari sektor pariwisata "badai" COVID-19 segera berlalu dan kini warga sudah bersiap menerima kunjungan wisatawan.

Mereka berharap dengan harapan sektor tersebut kembali bangkit lagi di tengah pandemi.Untuk mewujudkan harapan masyarakat Pulau Dewata tersebut, warga melakukan berbagai upaya, salah satunya menerapkan aturan protokol kesehatan pada berbagai kegiatan, baik dari kegiatan adat-istiadat maupun kegiatan formal lainnya secara ketat.

Pulau Bali yang terkenal dengan keindahan alamnya dan menjunjung tinggi hakekat budaya leluhurnya dengan nafas kehidupan religi Hindu tak henti oleh perubahan zaman.  Sehingga wisatawan Nusantara dan mancanegara pun menjadikan Bali sebagai sebutan "Pulau Surga dan Pulau Para Dewata" dan menjadikan pula daya tarik tersendiri bagi turis.

Kehidupan masyarakat Bali selalu menghayati berketuhanan dengan selalu menghormati semua ciptaan-Nya atau bentangan alam semesta ini, sehingga pelestarian budaya yang dianut para leluhur menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmati anugerah tersebut dalam bentuk objek wisata.

Di tengah pandemi, kini masyarakat mau tidak mau harus berjibaku untuk mengembalikan keadaan supaya bisa seperti sedia kala. Diantaranya melakukan vaksinasi dan penerapan prokes ketat.

Komentar

Berita Terkait