Kombes Jansen kembali menjelaskan saat ini kondisi korban sudah sembuh. Korban mengalami penebasan dia bagian kepala belakang.
"Korban sudah mulai sembuh, ada dua jahitan dibelakang kepala dalam dan luar," sebutnya.
Soal motif penebasan, mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat itu mengatakan berdasarkan hasil rekaman CCTV, penebasan diduga terjadi akibat spontanitas.
"Kejadian spontan dan faktor pengaruh minuman keras. Pelaku diduga 6 sampai 7 orang," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus penebasan ini menimpa korbannya Putu Hendra Prayoga Susila. Korban bersama temannya Wayan F mengendarai sepeda motor melintas di seputaran Jalan Majapahit Kuta, pada Minggu, 31 Oktober 2021 sekitar pukul 02.10 WITA.
Setelah mengisi bensin di SPBU Gelael korban pulang ke rumahnya di seputaran Banjar Dharma Semadi Kuta.
Ketika melintas di Jalan Mataram menuju Jalan Majapahit Kuta, mereka berpapasan dengan gerombolan pemotor. Namun ketika berbelok menuju arah Jalan Majapahit Kuta, gerombolan pemotor itu mengejar.
Lantaran takut, korban tancap gas hingga menuju di Balai Banjar Temacun Kuta. Keduanya dihadang di depan balai banjar tersebut.
Tidak hanya dipukul dengan tangan kosong, korban ditebas dengan celurit milik pelaku sehingga mengenai bagian kepala belakang.
Sedangkan rekan korban Wayan F asal Cemagi, Mengwi berhasil kabur dan meninggalkan sepeda motor di TKP. Melihat korbannya bersimbah darah, para pelaku kabur.