Wisata Bali: Mengenang Peristiwa Kelam Bom Bali II 2005 di Kuta dan Jimbaran

Wapres Jusuf Kalla (yang saat itu menjabat) mengupayakan pemutaran video agar para kiai bisa teruskan kepada masyarakat tentang pemahaman agama.

RR Ukirsari Manggalani
Senin, 04 Oktober 2021 | 09:27 WIB
Wisata Bali: Mengenang Peristiwa Kelam Bom Bali II 2005 di Kuta dan Jimbaran
Monumen peringatan Bali Bombing di kawasan Kuta. Sebagai ilustrasi [Antara/Wira Suryantala]

Hasil sinar X yang ditunjukkan oleh pejabat medis memperlihatkan ada benda asing yang digambarkan sebagai "pellet" di badan korban, juga ada korban luka yang melaporkan adanya bola bearing yang masuk ke bagian belakang tubuhnya.

Bom Bali 2005 terjadi Sabtu 1 Oktober 2005 sekitar pukul 19.25 WITA. Ledakan keras terjadi di Raja Restaurant di Kuta Town Square.

Restoran langsung hancur berantakan, lantai dasar hancur, begitu juga dengan lantai dua sedangkan lantai tiga tampak masih utuh.

Kemudian, 15 menit setelah ledakan, warga yang berdekatan dengan lokasi langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan pertama bagi para korban. Pukul 20.15 WITA ambulans mencapai lokasi dan pukul 21.05 WITA ditemukan korban tewas. Sebelumnya telah terjadi dua ledakan di pantai Jimbaran.

Baca Juga:Wisata Bali: Ilmu Leak Menyandang Citra Negatif, Sejatinya Bagian dari Dasa Aksara

Sejarah Bom Bali 2005 mencatat adanya 23 orang korban tewas yang terdiri dari 15 orang warga Indonesia, satu orang warga Jepang, dan empat orang warga Australia, selain tiga pelaku pengeboman.

Menurut Ansyaad Mbai, serangan ini memiliki ciri khas berupa serangan jaringan teroris Jamaah Islamiyah sebagai organisasi yang berhubungan dengan Al-Qaeda dan telah mengebom JW Marriott Hotel Jakarta pada 2003, Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 2004, Bom Bali 2002, dan pengeboman di Jakarta pada 2009.

Kelompok teroris ini memiliki ciri khas untuk melakukan serangan secara beruntun dan bertepatan waktu seperti pada peristiwa 11 September 2001. Pada 10 November 2005 nama–nama pelaku diumumkan oleh Polri yaitu:

Muhammad Salik Firdaus – Asal Cikijing, Majalengka, Jawa Barat, pelaku peledakan Kafe Nyoman. Misno atau Wisnu, 30 tahun adalah pelaku pengeboman Kafe Menega dari Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah.

Pada 19 November 2005 kembali diumumkan seorang pelaku bernama Ayib Hidayat, 25 tahun dari Kampung Pamarikan, Ciamis, Jawa Barat sebagai pelaku bom di restoran R.AJA’s

Baca Juga:Wisata Bali: Tradisi "Mesunat", Perpaduan Budaya Lokal dan Bugis di Desa Pengambengan

Dalam pengusutan itu juga ditangkap salah seorang tersangka anggota komplotan teroris yaitu Mohammad Cholili. Ia dijatuhi hukuman 18 tahun penjara pada 2006 karena sudah membantu Noordin M.Top dan Dr. Azahari untuk merakit bom yang meledak di Bali 2005.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak