alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Terima Dikenakan Biaya Tambahan Saat Servis HP, Penjaga Toko Malah Kena Pukul

Dinar Surya Oktarini Jum'at, 24 September 2021 | 10:53 WIB

Tak Terima Dikenakan Biaya Tambahan Saat Servis HP, Penjaga Toko Malah Kena Pukul
Pelaku penganiayaan penjaga toko HP di Kerambitan. (beritabali.com)

Korban yang terima akhirnya melaporkan penganiayaan ini pada polisi.

SuaraBali.id - Salah satu pemuda penjaga servis HP di Kecamatan Kerambiitan kena pukul dari konsumennya saat memperbaiki HP di tokonya. Korban yang tak terima dengan perlakuan tersebut lantas melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke polisi. 

Korban adalah Donny Santoso, 17 tahun merupakan petugas servis di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan.  

Sementara pelakunya Febriansyah alias Rian, 31 tahun yang telah ditahan di Polsek Kerambitan. Diperiksa sebagai tersangka kasus penganiayaan.

Pelaku ditangkap di salah satu tempat di kawasan Denpasar pada Rabu (22/9). Atau sehari setelah dia melakukan penganiayaan pada Selasa (21/9).

Baca Juga: Meski Dianiaya, Ibu di Kota Solo Ini Mencabut Laporan Anaknya di Polisi

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa yang terjadi pada Selasa sore, sekitar pukul 17.30 WITA itu, Donny mengalami luka-luka robek pada pipi kirinya. Serta luka yang sama pada bagian bibirnya.

Luka-luka itu diperolehnya setelah dipukul berkali-kali oleh pelaku. Bahkan pelaku diduga menggunakan alat bantu knuckle atau keling. Pelaku tidak terima tagihan servis ponsel milik orang tuanya membengkak. 

Kronologisnya, awalnya pelaku datang ke tempat kerja korban pada Selasa (21/9) sekitar pukul 17.30 WITA. Waktu itu dia berhenti di depan toko. Kemudian menghampiri korban dan mengatakan ingin mengambil ponsel milik orang tuanya.

Sebelumnya, orang tua pelaku datang untuk melakukan perbaikan ponsel. Waktu itu, orang tua pelaku menyebutkan bahwa konektor pengisian baterai pada ponselnya rusak. 

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, kerusakaannya bukan hanya pada konektor saja. Sehingga kepada pelaku pada saat mengambil ponsel orang tuanya berniat mengkonfirmasi tambahan tarif servisnya. Rupanya pelaku tidak terima adanya tambahan ongkos itu. Ngotot hanya akan membayar sesuai dengan nota. 

Baca Juga: Emosi Motor Tak Juga Dikembalikan, Pria Jember Ini Pukuli Kawan Sendiri

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait