SuaraBali.id - Pegiat media sosial Denny Siregar curiga alasan Indonesia dipaksa mundur dari Al England karena boikot nikel Indonesia ke Eropa. Sebab Indonesia hentikan ekspor nikel mentah ke Eropa.
Lalu Uni Eropa (UE) menggugat Indonesia lewat Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/ WTO) terkait larangan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020.
"Jadi mikir nih, apa masih ada sangkut pautnya ya boikot Eropa terhadap Indonesia gara-gara Nikel?" tulis Denny Siregar pada akun media sosialnya, Kamis (18/13/2021).
"Kalau benar begitu, ternyata mereka gak jantan sampai olahraga dijadikan alat politik," pungkasnya.
Baca Juga:Kontak Dubes Inggris, Pemerintah Upayakan Timnas Tetap Ikut All England
Sebelumnya, tim Indonesia dipaksa mundur tepat saat babak pertama All England 2021 berlangsung pada Rabu (17/3/2021) malam WIB.
Seluruh wakil mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga tenaga pendukung terpaksa mundur dari turnamen bulutangkis tertua di dunia itu atas permintaan pemerintah Inggris.
Melalui email dari National Health Service (NHS) --badan kesehatan Britania Raya, wakil Indonesia diminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari karena sempat menaiki pesawat di mana salah satu penumpangnya dinyatakan positif Covid-19.
Pesawat yang dimaksud adalah maskapai yang ditumpangi wakil Indonesia saat transit dari Istanbul ke Birmingham pada Sabtu (13/3/2021) lalu.
PBSI mengirim 12 atlet untuk mengikuti ajang All England 2021. Jumlah itu terdiri dari empat sektor yang tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
Baca Juga:Kecam Panitia All England 2021, DPR: Pengusiran Paksa Menyakitkan Atlet
Dari ke-12 atlet yang dikirim PBSI, tunggal putra menurunkan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
- 1
- 2