alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suami Ditangkap Polisi karena Narkoba, Nindy Ayunda Akhirnya Buka Suara

M. Reza Sulaiman | Rena Pangesti Rabu, 13 Januari 2021 | 08:29 WIB

Suami Ditangkap Polisi karena Narkoba, Nindy Ayunda Akhirnya Buka Suara
Nindy Ayunda bersama suami. [Instagram]

Penyanyi Nindy Ayunda akhirnya buka suara terkait penangkapan suaminya, Askara Parasady Harsono, karena dugaan penyalahgunaan narkoba.

SuaraBali.id - Penyanyi Nindy Ayunda akhirnya buka suara terkait penangkapan suaminya, Askara Parasady Harsono, karena dugaan penyalahgunaan narkoba.

Nindy Ayunda yang sejak kemarin hanya mengunggah ulang postingan ucapan ulang tahun dari teman-temannya, kini menuliskan pesan singkat.

Pelantun Cinta Cuma Satu itu berterima kasih atas dukungan yang diterima untuk keluarganya.

"Terima kasih untuk segala doa, perhatian dan semangat buat saya beserta keluarga," tulis Nindy Ayunda di Insta Story, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Suami Nindy Punya Senpi Ilegal, Arie Kriting - Indah Permatasari Nikah

Unggahan Nindy Ayunda [Instagram/@nindyparasadyharsono]
Unggahan Nindy Ayunda [Instagram/@nindyparasadyharsono]

Beberapa saat sebelum Nindy Ayunda membuat postingan mengenai hal tersebut, polisi telah menggelar rilis seputar penangkapan sang suami.

Askara Parasady Harsono ditangkap di kediamannya kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 Januari 2021.

Lewat penangkapan itu, polisi tak menemukan barang bukti berupa narkotika. Namun ada sejumlah barang yang diamankan yakni senapan api serta pelumas seks yang awalnya dikira narkoba.

Hanya saja saat dites urine, hasilnya positif mengandung amfetamin dan mentamfetamin. Di hadapan awak media, Askara Parasady Harsono mengungkap alasan menggunakan barang haram tersebut.

"Untuk ketenangan," ucapnya singkat dalam konferensi pers, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga: Polisi Usut Senpi Bareta Ilegal Diduga Milik Suami Penyanyi Nindy Ayunda

Atas penangkapan dan hasil tes urine, Askara Parasady Harsono dijerat Pasal 127 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman baginya yang kini ditetapkan sebagai tersangka adalah 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait