alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bali Terima 31.000 Vaksin COVID-19 untuk Pemulihan Pariwisata

Pebriansyah Ariefana Selasa, 05 Januari 2021 | 16:18 WIB

Bali Terima 31.000 Vaksin COVID-19 untuk Pemulihan Pariwisata
Gubernur Bali I Wayan Koster. (Suara.com/Silfa)

Vaksin COVID-19 tiba di Bali, Rabu (4/1/2021) pada dini hari.

SuaraBali.id - Provinsi Bali menerima 31.000 vial Vaksin Covid-19. Vaksin COVID-19 tiba di Bali, Rabu (4/1/2021) pada dini hari.

Vaksin COVID-19 itu diterima oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Koster akan menjadi orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

"Kami terima tadi dini hari sekitar pukul 00.30, nantinya saya bersama-sama dengan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, dan tenaga kesehatan menjadi penerima vaksin pertama,"kata Wayan Koster dalam konferensi persnya di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (4/1/2021) siang.

Koster menuturkan percaya kepada kebijakan pemerintah pusat dan meyakini sudah dilakukan dengan cermat dalam mengatasi Covid-19, seperti negara-negara lain juga melakukan hal yang sama yakni mengandalkan vaksin, jelasnya.

Baca Juga: Jokowi: 700 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dikirim ke Daerah

Karena itu Gubernur Koster mengimbau agar masyarakat mengikuti arahan yang diberikan pemerintah pusat maupun daerah.

Adapun jumlah vaksin dikirim Biofarma ke Bali jumlahnya 31.000 vial jenis Sinovac. Kemudian, vaksin tersebut masih dalam tahap pengujian oleh Badan POM sebelum digunakan.

Selanjutnya vaksin yang diterima dan disimpan di ruang penyimpanan vaksin (cold room) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sebelum didistribusikan ke seluruh kabupaten atau kota.

Nantinya yang akan menerima vaksin pada tahap I di Bali sebanyak 30.320 orang.

Perinciannya, Kabupaten Jembrana sebanyak 1.533 orang, Tabanan 3.118 orang, Badung 5.551 orang, Gianyar 3.134 orang, Klungkung 1.691 orang, Bangli 1.246 orang, Karangasem 1.074 orang, Buleleng 3.590 orang, dan Kota Denpasar 9.383 orang.

Baca Juga: Tuai Kritik! Viral Video Upacara Pengiriman Vaksin Covid-19

Sedangkan untuk waktu pendistribusian ke kabupaten atau kota masih menunggu keputusan dari Badan POM pusat. Selanjutnya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali beserta jajaran.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait