Mengenal Sejarah Musik Gamelan, Sudah Dipakai Sejak Zaman Majapahit!

Musik gamelan memiliki peran penting dalam kebudayaan kerajaan-kerajaan zaman Hindu dan Buddha di Indonesia.

M. Reza Sulaiman
Senin, 21 Desember 2020 | 12:13 WIB
Mengenal Sejarah Musik Gamelan, Sudah Dipakai Sejak Zaman Majapahit!
Penabuh gamelan dan pesinden menandakan dimulainya Pre-even TGF di Kota Yogyakarta. [Suara.com/Putu Ayu P]

SuaraBali.id - Musik gamelan memiliki peran penting dalam kebudayaan kerajaan-kerajaan zaman Hindu dan Buddha di Indonesia.

Lazim ditemukan di Jawa dan Bali, gamelan merupakan alat musik ansambel yang terbuat dari logam serta gambang, gendang, dan gong.

Sejarah musik gamelan sendiri cukup unik. Gamelan telah berkembang di masa kerajaan pada abad ke-8 hingga ke-11.

Pada masa itu gamelan berkembang di kerajaan Hindu dan Buddha di wilayah Sumatra, Bali, dan Jawa.

Baca Juga:Cinta Tanah Air, Agnez Mo Ternyata Pernah Ambil Kelas Gamelan

Misalnya, monumen Buddha agung Borobudur, Jawa Tengah, memuat gambar relief ansambel gamelan dari zaman Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-6 sampai 13 Masehi.

Pada abad 12 hingga 15, keluarga kerajaan dan bangsawan diharapkan untuk mempelajari instrumen satu ini. Seseorang yang bermain gamelan pada masa itu akan dinilai memiliki sifat yang bijaksana dan berani.

Kerajaan Majapahit bahkan memiliki kantor pemerintahan untuk mengawasi seni pertunjukan, salah satunya gamelan. Kantor ini mengawasi pembangunan alat musik serta menjadwalkan pertunjukan di pengadilan.

Pada zaman Majapahit ini, gong masuk ke dalam instrumen Gamelan. Selain gong, gendang juga masuk yang diperkirakan berasal dari India.

Pada zaman masuknya Islam di Indonesia, gamelan juga digunakan untuk penyebaran agama. Aliran Islam yang paling berpengaruh di Indonesia pada masa itu adalah tasawuf, yaitu cabang yang menghargai musik sebagai salah satu jalan untuk memahami ketuhanan.

Baca Juga:3 Alat Musik Tradisional Asli Indonesia yang Mendunia

Berbeda dengan Jawa yang beragama Islam, Bali tetap didominasi umat Hindu. Hal ini, menyebabkan perpecahan dua wilayah ini kala itu. kejadian tersebut yang menyebabkan banyaknya berbagai bentuk gamelan.

Pada pertengahan tahun 1400, penjelajah Eropa datang ke Indonesia. Kedatangan Bangsa Eropa, membuat perkembangan musik gamelan tidak begitu pesat. Bangsa Eropa membawa musik baru yang saat ini dikenal dengan keroncong.

Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, sekitar tahun 1950an didirkan Sekolah Gamelan untuk mempertahankan musik sebagai salah satu bentuk seni nasional Indonesia. Saat ini, pertunjukan gamelan biasanya diikuti dengan seni tari atau wayang mengenai berbagai kisah. (Fajar Ramadhan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini