Diego Maradona Alami Hematoma Subdural, Kenali Tanda dan Gejalanya

Hematoma subdural yang terjadi pada Diego Maradona tidak menyerang secara tiba-tiba. Untuk itu, ada baiknya Anda mengatahui tanda dan gejala penyakit ini.

M. Reza Sulaiman
Rabu, 04 November 2020 | 17:49 WIB
Diego Maradona Alami Hematoma Subdural, Kenali Tanda dan Gejalanya
Legenda sepakbola Argentina yang kini menjadi pelatih klub lokal Gimnasia y Esgrima, Diego Maradona. [ALEJANDRO PAGNI / AFP]

SuaraBali.id - Hematoma subdural yang terjadi pada Diego Maradona tidak menyerang secara tiba-tiba. Untuk itu, ada baiknya Anda mengatahui tanda dan gejala penyakit ini.

Ya, Maradona yang saat ini berusia 60 tahun mengalami perdarahan dan penggumpalan darah di otak setelah sebelumnya mengalami dehidrasi dan anemia.

Dilansir Anadolu Agency, dokter mengatakan Maradona saat ini sukses menjalani operasi dan sudah sadar.

"Diego sudah bangun, dia sangat sehat. Dia memiliki sedikit drainase yang akan kita keluarkan besok. Dia menjalani operasi dengan sangat baik. Dia sudah sadar dan terjaga dan waktu dia dirawat di rumah sakit akan bergantung pada perkembangannya," kata dokter pribadinya, Leopoldo Luque.

Baca Juga:Operasi Otak Sukses, Ratusan Penggemar Dukung Kesembuhan Si Tangan Tuhan

Dokter mengatakan dia akan beristirahat di klinik di luar Buenos Aires setidaknya selama 48 jam.

Lalu, apa sebenarnya hematoma subdural yang mengancam nyawa Maradona?

Situs Hello Sehat menulis, hematoma subdural adalah kondisi di mana darah menumpuk di antara dua lapisan arachnoidal dan lapisan dura atau meningeal.

Kondisi ini dapat menjadi akut alias terjadi tiba-tiba, atau kronis alias muncul dengan perlahan. Hematoma (kumpulan darah) yang sangat besar atau akut dapat menyebabkan tekanan tinggi di dalam tengkorak.

Akibatnya, dapat terjadi kompresi dan kerusakan pada jaringan otak. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa.

Baca Juga:Legenda Argentina Diego Maradona Dilarikan ke Rumah Sakit, COVID-19?

hematoma subdural umum terjadi pada orang dengan trauma di kepala, terutama pada anak-anak dan lansia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini