- Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dua korban longsor di Kabupaten Badung pada Rabu, meski bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi.
- Pencarian terkendala akses jalan sempit dan tanah labil sehingga tim menggunakan alat manual serta memperluas area penyisiran sungai.
- Basarnas berharap WNA Jerman dan satu WNI yang tertimbun segera ditemukan sebelum masa operasi standar tujuh hari berakhir.
SuaraBali.id - Tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dua wisatawan yang tertimbun longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali, pada hari ketiga operasi, Rabu (4/11).
Pencarian tetap dilakukan meski bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi bagi umat Hindu di Bali.
Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan, keputusan melanjutkan operasi diambil dengan tetap memperhatikan prosedur keselamatan dan standar operasional pencarian.
"Terkait dengan Hari Suci Pagerwesi yang jatuhnya besok ya di hari Rabu ini pencarian tetap dilaksanakan, diproses dengan apa yang dilaksanakan oleh tim SAR gabungan seperti biasa," kata Sidakarya di Denpasar, Selasa (3/11).
Ia menjelaskan, kegiatan pencarian akan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan pengarahan kepada seluruh personel.
Evaluasi operasi dijadwalkan pada pukul 17.00 WITA untuk menentukan strategi pencarian berikutnya.
"Tetap dari pagi jam 07.00 melaksanakan briefing, dan jam 17.00-nya kita melaksanakan debriefing evaluasi untuk kegiatan esok harinya," ujarnya.
Dua korban yang masih dalam pencarian terdiri atas seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman dan seorang warga negara Indonesia (WNI). Hingga hari kedua operasi, keduanya belum ditemukan.
Proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi geografis perbukitan dan material tanah di sekitar lokasi glamping yang masih labil.
Baca Juga: Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
Selain itu, akses jalan menuju titik longsor cukup sempit sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat.
Tim SAR untuk sementara mengandalkan peralatan manual, seperti alkon, cangkul, gergaji mesin (chainsaw), dan sensor pembersih puing.
"Melihat dari akses ya, kami melihat di lokasi ini kemungkinan tidak bisa alat berat karena jalur menuju lokasi sangat kecil dan kita masih menggunakan alat secara manual," kata Sidakarya.
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR juga akan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai Desa Pelaga hingga radius 3–3,5 kilometer dari titik awal kejadian.
Operasi pencarian turut mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat setempat melalui doa bersama dan pelaksanaan upacara secara sekala-niskala.
Sidakarya menegaskan, Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen memaksimalkan pencarian kedua korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Tim SAR Tetap Lanjutkan Pencarian Dua Korban Longsor Pelaga
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari