- Nusa Tenggara Barat mengekspor jambu mete senilai Rp43,5 miliar ke India dan Vietnam pada September 2026.
- Komoditas perkebunan tersebut dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menuju ke negara-negara tujuan ekspor.
- Kepala BPS NTB menyatakan ekspor mete ini menyumbang 0,63 persen dari total nilai ekspor daerah pada September 2026.
SuaraBali.id - Nusa Tenggara Barat (NTB) mengekspor komoditas jambu mete senilai 2,4 juta dolar AS atau setara Rp43,5 miliar ke India dan Vietnam pada September 2026.
Ekspor ini menjadi salah satu potensi sektor perkebunan non-tambang yang mulai menunjukkan kontribusi terhadap perdagangan luar negeri daerah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, nilai ekspor mete tersebut menyumbang 0,63 persen dari total ekspor NTB pada September 2026 yang mencapai 383,77 juta dolar AS.
“Nilai ekspor 2,4 juta dolar AS itu semuanya adalah mete. Potensi mete NTB tersebar di beberapa kabupaten dan kota,” ujar Wahyudin dalam paparan data statistik di Mataram, mengutip Antara Selasa 3 November 2026.
Pengiriman komoditas mete tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sebelum dikirim ke negara tujuan.
Menurut Wahyudin, jambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan NTB yang berpotensi mendorong perekonomian wilayah, terutama kawasan berlahan kering.
Tanaman ini memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi agroklimat kering dan relatif membutuhkan input budi daya yang rendah.
Selain menghasilkan komoditas bernilai ekonomi, jambu mete juga berperan dalam konservasi lahan dengan membantu menekan erosi dan degradasi tanah.
Perkebunan Mete Tersebar di Lombok dan Sumbawa
Baca Juga: Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
Sentra perkebunan jambu mete di NTB tersebar di sejumlah kabupaten di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Di Pulau Lombok, perkebunan mete terdapat di Kabupaten Lombok Utara, wilayah utara Lombok Timur, Lombok Tengah, serta Lombok Barat.
Sementara itu, di Pulau Sumbawa, komoditas ini dibudidayakan di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima.
“Di Pulau Sumbawa hampir merata, kecuali Kota Bima yang tidak ada lahan mete,” kata Wahyudin.
Berdasarkan laporan kinerja Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, luas areal sementara perkebunan jambu mete di NTB mencapai 35.781 hektare pada 2025, dengan produksi sebesar 8.822 ton.
Wahyudin menilai persebaran perkebunan yang luas tersebut menjadi modal bagi NTB untuk meningkatkan kontribusi komoditas perkebunan dalam aktivitas ekspor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali