- Dinas Lingkungan Hidup Lombok Tengah mengerahkan petugas untuk menyisir peningkatan volume sampah MotoGP Mandalika 2026.
- ITDC melaporkan kunjungan 157.875 penonton pada 9 hingga 11 Oktober 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika.
- Ajang balap internasional tersebut menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun bagi sektor pariwisata daerah.
SuaraBali.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan sampah ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, hingga saat ini masih disisir.
"Untuk sampah ajang MotoGP Indonesia 2026 itu hingga saat ini masih dilakukan pembersihan atau penyisiran," kata Kepala DLH Lombok Tengah Lalu Sarkin di Lombok Tengah, Jumat 16 Oktober 2026.
Ia mengatakan jika melihat jumlah penonton pada ajang MotoGP Indonesia yang digelar 9-11 Oktober 2026 mencapai 150 ribu penonton, volume sampah di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Prediksi volume sampah tentu meningkat, karena jumlah penonton lebih banyak. Tahun lalu saja total sampah ajang MotoGP Indonesia 2025 itu mencapai 52 ton," kata Lalu..
Ia mengatakan petugas yang dilibatkan dalam ajang MotoGP Indonesia itu mencapai 25 orang dengan jumlah armada pengangkut sampah sebanyak lima unit.
"Sampai saat ini petugas masih bekerja untuk mengangkut sampah, karena yang dibersihkan itu sampah di semua kawasan, tidak hanya di dalam sirkuit," ujar Lalu.
Ia mengatakan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) itu adalah sampah yang tidak dapat dimanfaatkan. Sedangkan untuk sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi dibawa ke bank sampah.
"Sampah MOTOGP Indonesia ini langsung dipilah, sehingga yang dibuang ke TPA itu sampah yang tidak bisa dimanfaatkan," katanya.
Sebelumnya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan dampak ekonomi ajang MotoGP Indonesia yang digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, 9-11 Oktober 2026 mencapai Rp5,2 miliar.
Baca Juga: BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026
"Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar.
Ia mengatakan ajang tersebut menggerakkan aktivitas pariwisata sejak sebelum balapan dimulai, seiring kedatangan wisatawan domestik dan mancanegara yang mulai memadati The Mandalika dan sekitarnya sejak sepekan menjelang event.
"Sebanyak 157.875 pengunjung tercatat hadir, naik 12,5 persen dari 2025. Rata-rata belanja pengunjung mencapai Rp8,56 juta per orang, dihitung sejak sepekan sebelum hingga selama event berlangsung," ujarnya.
Ia mengatakan jumlah pengunjung meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 140.324, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak MotoGPTM pertama kali diselenggarakan di The Mandalika pada 2022.
"Dampak ekonominya juga meningkat sekitar 4,8 persen dari Rp4,96 triliun pada 2025 menjadi Rp5,2 triliun pada 2026," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Dukung Kemajuan Koperasi Desa, BRI Hadirkan BRILink Agen
-
Gubernur Bali Buka Suara Terkait Video Viral Bertengkar dengan Pegawai SPBU
-
Ojol di Bali Jual Bensin Eceran ke Bule Rp200 Ribu Per Botol Diburu Polisi
-
YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis