- Direktur YLPK Bali I Putu Armaya menyoroti antrean panjang BBM di berbagai SPBU Bali akibat kekosongan sejak Senin hingga Rabu, 12-14 Oktober.
- YLPK Bali mendesak Pertamina mempercepat distribusi, membuka informasi transparan, serta mengawasi dan menindak penimbunan yang merugikan masyarakat.
- Gubernur Bali diminta memverifikasi kondisi riil di lapangan agar penanganan antrean BBM dapat segera diselesaikan secara tuntas.
"Kami tegaskan, konsumen tidak boleh terus-menerus menjadi korban dari persoalan teknis dan kelemahan koordinasi distribusi. Konsumen membayar BBM dengan uangnya sendiri dan berhak memperoleh pelayanan yang layak, informasi yang benar, serta perlindungan dari kerugian akibat pelayanan yang bermasalah," lanjutnya.
Ia menegaskan, Pertamina harus hadir dengan solusi, bukan sekadar penjelasan. Pemerintah harus memastikan kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.
"Jangan sampai masyarakat Bali yang sedang bekerja, mengantar anak sekolah, menjalankan usaha, dan melayani wisatawan justru menanggung beban paling besar dari persoalan distribusi yang bukan mereka sebabkan," ungkapnya.
Ia menambahkan, YLPK Bali akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong evaluasi serta pertanggungjawaban sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
"BBM boleh dinyatakan aman dalam laporan, tetapi ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa harus mengantre berjam-jam. Konsumen bukan objek yang harus diminta terus bersabar. Konsumen adalah pihak yang hak-haknya wajib dilindungi," ujarnya.
Sebelumnya, di sejumlah titik SPBU di wilayah Bali mengalami antrean panjang. Hal tersebut terjadi, karena kekosongan bahan bakar minyak BBM. Antrean panjang terjadi sejak Senin (12/10) hingga Rabu (14/10).
Antrean kendaraan di SPBU mengular hingga di luar SPBU di Bali dan membuat pihak kepolisian mendatangi sejumlah SPBU di Bali, untuk mengantisipasi kemacetan di jalan dan berjalan tertib.
Kontributor : M Dafi
Baca Juga: Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas
-
Dari Asisten Virtual hingga BRImo, BRI Hadirkan Layanan Nasabah yang Praktis
-
Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring
-
Tergiur Upah Rp 800 Juta, Bule Brasil Nekat Selundupkan Kokain Cair 3,6 Kg ke Bali
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan