Muhammad Yunus
Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:51 WIB
Ilustrasi: Ombudsman RI menyatakan kelangkaan BBM bersubsidi terjadi di 11 provinsi pada Oktober 2026. Foto: Antrean BBM di Manado, Sulawesi Utara pada Oktober 2026 [SuaraBali.id/Antara]
Baca 10 detik
  • Direktur YLPK Bali I Putu Armaya menyoroti antrean panjang BBM di berbagai SPBU Bali akibat kekosongan sejak Senin hingga Rabu, 12-14 Oktober.
  • YLPK Bali mendesak Pertamina mempercepat distribusi, membuka informasi transparan, serta mengawasi dan menindak penimbunan yang merugikan masyarakat.
  • Gubernur Bali diminta memverifikasi kondisi riil di lapangan agar penanganan antrean BBM dapat segera diselesaikan secara tuntas.

"Kami tegaskan, konsumen tidak boleh terus-menerus menjadi korban dari persoalan teknis dan kelemahan koordinasi distribusi. Konsumen membayar BBM dengan uangnya sendiri dan berhak memperoleh pelayanan yang layak, informasi yang benar, serta perlindungan dari kerugian akibat pelayanan yang bermasalah," lanjutnya.

Ia menegaskan, Pertamina harus hadir dengan solusi, bukan sekadar penjelasan. Pemerintah harus memastikan kondisi di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan administratif.

"Jangan sampai masyarakat Bali yang sedang bekerja, mengantar anak sekolah, menjalankan usaha, dan melayani wisatawan justru menanggung beban paling besar dari persoalan distribusi yang bukan mereka sebabkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, YLPK Bali akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong evaluasi serta pertanggungjawaban sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.

"BBM boleh dinyatakan aman dalam laporan, tetapi ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa harus mengantre berjam-jam. Konsumen bukan objek yang harus diminta terus bersabar. Konsumen adalah pihak yang hak-haknya wajib dilindungi," ujarnya.

Sebelumnya, di sejumlah titik SPBU di wilayah Bali mengalami antrean panjang. Hal tersebut terjadi, karena kekosongan bahan bakar minyak BBM. Antrean panjang terjadi sejak Senin (12/10) hingga Rabu (14/10).

Antrean kendaraan di SPBU mengular hingga di luar SPBU di Bali dan membuat pihak kepolisian mendatangi sejumlah SPBU di Bali, untuk mengantisipasi kemacetan di jalan dan berjalan tertib.

Kontributor : M Dafi

Baca Juga: Akibat Susah Dapat BBM, Pemprov Bali: Pegawai WFH dan Siswa Belajar Daring

Load More