- Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menawarkan bantuan sistem satelit Copernicus pada 15 Agustus 2026.
- Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat malam, 14 Agustus, menewaskan 20 orang.
- Kementerian Luar Negeri Palestina menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah gempa bumi di Indonesia.
SuaraBali.id - Uni Eropa (EU) siap membantu RI dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa di Nusa Tenggara Timur. Melalui pengerahan sistem satelit Copernicus, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.
"Dari solidaritas menjadi tindakan, Eropa senantiasa siap mengerahkan Copernicus, mata kami di langit, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami berdiri bersamamu," kata Von der Leyen melalui media sosial X, Sabtu 15 Agustus 2026.
Gempa besar bermagnitudo 7,7 mengguncang pesisir timur Indonesia pada Jumat malam (14/8).
Menurut dinas penyelamatan, setidaknya 20 orang tewas akibat gempa bumi. Sementara itu, puluhan lainnya terluka dan operasi penyelamatan masih berlanjut untuk mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan.
Tsunami kecil dengan ketinggian di bawah 1 meter tercatat terjadi setelah gempa. Otoritas setempat juga sempat menerbitkan peringatan tsunami, meski kemudian dicabut.
Longsor, kerusakan infrastruktur, dan gangguan komunikasi akibat gempa dilaporkan membuat proses penyelamatan korban semakin rumit.
Sementara itu, Copernicus merupakan sistem observasi Bumi milik Uni Eropa. Dalam situasi kedaruratan, data satelit tersebut dapat digunakan untuk pemetaan cepat titik-titik terdampak serta mendukung operasi penyelamatan.
Palestina Ucapkan Belasungkawa
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyatakan belasungkawa dan solidaritas yang mendalam kepada pemimpin, pemerintah, dan rakyat Indonesia menyusul gempa besar yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
Gempa tersebut diketahui menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka serta mengakibatkan kerusakan tempat tinggal, infrastruktur, dan bangunan yang luas.
Pemerintah Palestina menyatakan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal serta mengharapkan pemulihan segera kepada para korban luka.
Palestina mengharapkan agar para personel tim pencarian dan penyelamatan serta otoritas terkait berhasil menyelamatkan para korban yang terjebak di bawah reruntuhan serta dapat terus melanjutkan upaya penyelamatan korban dan mitigasi dampak bencana.
Kemlu Palestina menegaskan solidaritas penuh Palestina terhadap Indonesia dalam masa sulit yang dihadapi saat ini.
Palestina turut menyatakan keyakinan bahwa Indonesia akan mampu menghadapi bencana serta mengatasi berbagai dampak yang ditimbulkannya sesegera mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas
-
Jalur Pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani Tutup
-
DPRD NTB Minta Seluruh Pimpinan dan Pengajar Ponpes Tes Kejiwaan
-
Rekor Baru! 4 Bulan Tanpa Hujan, Wilayah Ini Jadi Paling Kering di Bali
-
Kakek 57 Tahun di Sumbawa Dicokok Polisi Usai Dilaporkan Cabuli Bocah 5 Tahun