- Presiden Jokowi menyoroti literasi keuangan digital Indonesia baru 35,5% dan meminta perusahaan fintech perluas peran.
- Indeks inklusi keuangan Indonesia 76% pada 2019 masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN tetangga lainnya.
- Pelaku tekfin diminta mitigasi risiko dan tata kelola baik untuk layanan aman serta pengembangan UMKM.
SuaraBali.id - Dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX Kurikulum Merdeka Tema 2 membahas Perkembangan Ekonomi Digital.
Melansir dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas IX (2022) karya Mohammad Rizky Satria, Sari Oktafiana, M. Nursa’ban, dan Supardi dalam BAB tersebut siswa diajak untuk memahami Sejarah perkembangan uang dan Lembaga keuangan.
Pada halaman 120 terdapat soal Evaluasi berupa pilihan ganda. Berikut kunci jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX Halaman 120.
Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX Halaman 120
A. Pilihan Ganda
Bacalah wacana berikut dengan seksama
Literasi Keuangan Digital Rendah,
Jokowi Minta Fintech Perluas Peran
Presiden Joko Widodo menyoroti masih rendahnya akses keuangan digital di Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Presiden mengatakan pengembangan teknologi finansial sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Baca Juga: Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X Halaman 46: Struktur Virus Bakteriofag dan Koronavirus
Jokowi mengatakan literasi keuangan digital masyarakat RI baru mencapai 35,5%. Selain itu, jumlah masyarakat yang pernah menggunakan layanan digital masih sedikit, hanya 31,26%.
“Masih banyak masyarakat yang pakai layanan keuangan informal,” kata Jokowi dalam pembukaan Indonesia Fintech Summit 2020, Rabu (11/11).
Di sisi lain, indeks inklusi keuangan (pengguna layanan keuangan) Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya.
Pada 2019, indeks inklusi keuangan di Indonesia mencapai 76%, lebih rendah dibandingkan Singapura sebesar 86%, Malaysia 85%, dan Thailand 82%.
Oleh sebab itu Presiden berharap, perusahaan teknologi finansial (tekfin) tidak hanya berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online, namun juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital masyarakat.
Tak hanya itu, mereka juga dapat menjadi pendamping perencana keuangan masyarakat serta memperluas peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam akses pemasaran e-commerce.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali