SuaraBali.id - Perkembangan penyidikan pelaku penembakan Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, Turan Mehmet (30) dipantau Kapolda Bali, Irjen Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra. Namun demikian, motif lain dari insiden ini belum terungkap jelas.
Hal ini dilakukannya saat melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Badung sekaligus memastikan proses hukum yang masih berlangsung juga untuk mengetahui sejauh mana perkembangan penyidikan tersebut.
Saat keadaannya ditanyakan, pelaku mengatakan keadaan dan kondisi kesehatan empat tersangka berkebangsaan Meksiko, yakni Aramburo Contreras Jose Alfonso (32), Mayorquin Escobedo Juan Antonio (24 ), Deraz Gonzalez Victor Eduardo (36) dan Sicairos Valdes Roberto (27) yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi Mapolres Badung sehat.
Seperti diketahui kasus penembakan di Villa The Palm House, Banjar Pempetan, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Bali yang terjadi pada Selasa (23/1/2024) lalu ini telah menyita perhatian berbagai pihak.
"Kapolda meminta kepada para penyidik agar melakukan proses hukum sampai tuntas, berpegang teguh pada aturan yang berlaku, setiap tindakan yang dilakukan kepada para tersangka harus sesuai SOP dan melakukan koordinasi yang baik dengan JPU agar segera dilimpahkan untuk dapat diberikan kepastian hukum," ucap Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, Rabu (21/2/2024).
Mantan Wakapolres Badung ini juga menjelaskan bahwa hasil dari pengecekan keempat tersangka bahwa mereka dalam kondisi sehat baik jasmani maupun rohani.
“Keempat tersangka ditahan di ruang tahanan terpisah, agar penyidik mudah menggali informasi dan agar dapat kooperatif ketika saat menjalani proses hukum," terangnya.
Penyidik Polres Badung hingga saat ini tetap berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan pihak terkait untuk dapat mengungkap lebih lanjut motif sebenarnya dari peristiwa penembakan tersebut.
Berita Terkait
-
Kasus Polisi Tembak Polisi, Kuasa Hukum Ungkap 4 Proyektil Peluru Bersarang di Kepala Korban
-
Berawal dari Bullying, Kuasa Hukum Beberkan Penyebab Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe
-
Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali
-
Gempar! Penembakan Massal di Dekat Sekolah Lukai 8 Orang di Turki
-
Ramai Disebut Intel, Pangdam Cenderawasih Pastikan 4 Korban KKB Murni Warga Sipil
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya