SuaraBali.id - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) NTB membuka konsultasi untuk semua peserta pemilu. Layanan ini dibuka karena peserta pemilu baik menang atau kalah pada kontestasi lima tahunan ini membuat orang butuh konsultasi dengan ahlinya.
Ketua harian Kagama NTB, dr. Eka Nuhandini Eka Dewi mengatakan layanan konsultasi yang diberikan secara online dan offline. Hal ini dilakukan bagian dari bentuk membantu para peserta pemilu untuk bisa konsultasi dengan para psikolog.
“Menang atau kalah semua orang lelah. Jadi mereka butuh pertolongan orang professional. Teman-teman psikolog Kagam aini berpikiran ini yang bisa kita sumbangkan,” katanya Rabu (14/2) pagi.
Ia mengatakan, layanan konsultasi ini akan dibuka mulai 15 – 28 Februari 2024. Selama sembilan hari, para psikolog yang tergabung dalam Kagama NTB ini siap untuk mendengarkan semua keluhkan.
“Perkenalan awal mereka curhat dan butuh tempat curhat. Karena curhat kepada orang yang professional yang lain bisa lebih nyaman. Karena biasanya kalau yang bukan professional bisa jadi bahan bullyan,” ungkapnya.
Layanan yang akan diberikan bersifat gratis dengan beberapa psikolog yang ada. Khusus untuk layanan offline akan disiapkan di Jati Sela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat.
“Layanan itu dari jam 10.00-18.00 wita. Ini baru pertama kali layanan konsultasi untuk pemilu. Tapi dulu pernah pada saat terjadi gempa,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB ini.
Menurutnya, pada layanan pertama masyarakat yang datang konsultasi tidak terlalu banyak. Namun diprediksikan setelah beberapa hari layanan konsultasi tersebut dibuka akan mengundang peserta pemilu untuk datang.
“Kan orang butuh didengarkan saja. Orang yang berhasil saja lelah apalagi yang tidak berhasil. Jangan asumsikan untuk yang berhasil tapi yang tidak berhasil. Biasanya awalnya sedikit siapa tahu makin kesini makin banyak asumsi saya seperti itu,” ucapnya.
Baca Juga: Luhut Sebut Banyak Kebohongan di Film Dirty Vote: Kecurangan Hampir Tidak Ada Lah
Kontributor: Buniamin
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat