SuaraBali.id - Satu unit kapal patroli dari Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dipindah ke Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali oleh Direkrorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan.
Hal ini demi mendukung patrol di sekitaran Sanur, Bali.
“Kapal itu untuk menunjang kegiatan patroli di sekitar perairan Sanur,” kata Direktur KPLP Jon Kenedi di Sanur, Kamis (9/11/2023).
Adapun kapal patroli jenis Perahu Rigid Buoyant (RBB) itu dilakukan Jon Kenedi kepada Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa Denpasar Sadeli, dan disaksikan Kepala KSOP Kelas III Satui, Kalimantan Selatan, Stanislaus Wetik.
Seperti diketahui Pelabuhan Sanur merupakan salah satu satuan kerja di bawah koordinasi KSOP Benoa Denpasar.
Kapal cat hitam yang memiliki sembilan tempat duduk, termasuk nakhoda kapal itu, nantinya beroperasi melakukan pengawasan keamanan pelayaran di sekitar perairan Pelabuhan Sanur-Benoa, Denpasar.
Kapal patroli itu merupakan milik Direktorat KPLP yang awalnya diserahkan kepada KSOP Satui. Namun demikian Pelabuhan Sanur dirasa membutuhkan kapal tersebut.
“Tapi Pelabuhan Sanur itu sangat membutuhkan kapal patroli sehingga direlokasi ke Bali untuk mengawasi kapal,” katanya.
Ada pun kegiatan pengawasan kapal itu yakni terkait aspek keselamatan, keamanan pelayaran, lalu lintas kapal cepat dan mobilitas penumpang di Pelabuhan Sanur.
Kapal ini juga akan melengkapi kapal patroli yang dimiliki KSOP Benoa yakni Kapal Kelas III dan Kapal Kelas V.
Adapun Pelabuhan Sanur saat ini menjelma menjadi salah satu pelabuhan rakyat yang ramai dipadati mobilitas terutama wisatawan mancanegara berwisata ke Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan di Kabupaten Klungkung.
Pelabuhan itu merupakan hasil relokasi dan revitalisasi pelabuhan sebelumnya yang tanpa memiliki infrastruktur dermaga yang memadai di pesisir Pantai Sanur.
Adapun rata-rata per hari aktivitas penumpang di pelabuhan itu mencapai sekitar 12 ribu orang baik datang dan berangkat, yang didominasi wisatawan mancanegara yang dilayani 65 unit kapal cepat.
Sejak perdana mulai beroperasi pada November 2022 hingga September 2023 pergerakan penumpang di pelabuhan itu mencapai 2,75 juta orang.
Ada pun pergerakan kapal baik berangkat dan datang selama periode itu masing-masing mencapai 31.786 dan 32.311 pelayaran dengan pergerakan tertinggi terjadi pada Agustus 2023 mencapai sekitar 4.200 pelayaran masing-masing kapal berangkat dan datang. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas
-
Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali
-
Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali
-
Tolak Main di Eredivisie, Striker Bali United Jort van der Sande Menyesal Berkarier di Indonesia?
-
Prabowo Ungkap Penyebab Antrean BBM di Bali, Bukan karena Stok Menipis
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida