SuaraBali.id - Kabar mengejutkan datang dari Tim Nasional Polandia yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 di Indonesia. Empat pemain mereka harus dipulangkan hanya lima hari sebelum mereka memainkan pertandingan pertamanya di fase grup melawan Jepang.
Mereka berempat dipulangkan disinyalir karena mengonsumsi alkohol selama persiapan tim di Bali. Keempat pemain Timnas Polandia U-17 itu adalah Oskar Tomczyk, Jan Labedzki, Filip Wolski, dan Filip Rozga.
Sementara itu, untuk memperjelas informasi, pihak Imigrasi Ngurah Rai mengaku tidak ada melakukan tindakan pendeportasian terkait kabar tersebut. Sehingga, diduga keempat pemain itu dipulangkan secara normal oleh internal tim.
Mereka berempat juga tidak dipantau melakukan perbuatan onar atau mengganggu ketertiban umum sehingga tidak menjadi subjek deportasi.
“Kita Kanim (Kantor Imigrasi) Ngurah Rai tidak ada melakukan pendeportasian kepada pemain bola dari Polandia seperti berita tersebut,” ujar Kepala Seksi Komunikasi dan Informasi Kanim Ngurah Rai, Putu Suhendra Tresnadita dalam keterangannya kepada suarabali.id, Senin (6/11/2023).
Suhendra juga menyebut pihaknya tidak memantau kepergian keempat orang itu secara detail karena tidak terkait dengan pelanggar hukum yang akan dideportasi.
“Kami belum melakukan pengecekan terhadap ke empat orang tersebut karena mereka bukan subjek pendeportasian,” terang Suhendra.
Suhendra juga memperoleh informasi dari Kantor Wilayah Kemenkumham Bali jika dalam pantauan Kantor Imigrasi Denpasar dan Kantor Imigrasi Singaraja, tidak ada tindakan pendeportasian dalam dua hari terakhir. Hal tersebut semakin menunjukkan jika mereka berempat dipulangkan oleh internal tim.
Timnas Polandia sendiri dijadwalkan untuk bertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat. Namun, untuk melakukan uji coba dan penyesuaian dengan cuaca, Timnas Polandia U-17 memilih untuk berlatih di Bali.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Dicap Terlalu Mahal, TVRI Bongkar Alasan Hak Siar FIFA Rp1,3 Triliun
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Oli Motor Terus Meroket, Begini Cara Mengetahui Oli Palsu
-
Modus Licik S: Janjikan Lokasi Makan Bergizi Gratis, Warga Rugi Rp950 Juta
-
Kronologi Pemerkosaan Turis Korea di Gili Trawangan
-
Vonis Empat Koruptor Proyek Chromebook Lombok Timur Diperberat di Tingkat Banding
-
Sikat Habis Harta Koruptor, Kejari Lombok Tengah Setor Rp3,1 Miliar ke Kas Negara