SuaraBali.id - AJI Denpasar bersama IJTI Bali menggelar pemutaran film dokumenter tragedi Bom Bali 2022 bertajuk The White Balance karya Jurnalis senior Sigit Purwono. Film ini diluncurkan menjelang peringatan 20 tahun bom Bali yang merenggut 203 korban jiwa dan 209 korban luka.
Acara yang digelar pada Jumat (16/9/2022) ini bertujuan untuk mengingatkan para jurnalis untuk mengedepankan jurnalisme damai dalam setiap peliputan dan pemberitaannya.
Sigit Purwono yang saat ini bekerja sebagai jurnalis lepas sejumlah media asing ini mengaku, karya dokumenter ini riil tanpa naskah dan tanpa reka adegan. Menurutnya seluruh scene dalam video ini merupakan kejadian yang diambil sejak kejadian 12 Oktober 2002 hingga para terpidana disidang dan dieksekusi.
"Seluruh video ini yang saya buat dalam dokumenter bom Bali ini semuanya riil. Saya salah satu wartawan yang meliput kejadian ini sejak awal. Saat kejadian itu saya sedang tidur dan terbangun karena di luar rumah,” ujarnya.
Sigit juga menceritakan pengalaman seputar mengabadikan gambar tragedi 20 tahun yang lalu itu dan menyimpannya dalam akun YouTube Bom Bali 2002 sebanyak 90 video tanpa dimonetisasi.
Menurutnya, menjadi jurnalis terkadang dihadapkan pada pilihan antara menolong atau menjalankan tugas. Namun karena saat itu ia bertugas sebagai kameraman maka ia tetap harus mengambil gambar.
"Hal yang membuat saya berpikir antara kemanusiaan menolong korban atau mengambil gambar. Karena saya cameraman jadi saya putuskan jalankan tugas," ujarnya.
Pemutaran film dokumenter Bom Bali 2022 yang digelar di Hardcof Cafe, Jl. Raya Puputan Denpasar itu dihadiri sejumlah saksi mata. Salah satunya adalah dokter forensik RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit dan sejumlah jurnalis senior ikut menceritakan pengalaman meliput peristiwa Bom Bali 2002.
"Film dokumenter ini membuat saya bernostalgia ketika mengidentifikasi 203 jenazah. Tapi ada 3 jenazah yang tidak berhasil diidentifikasi. Saat itu kami tiga orang dokter forensik Sanglah dan ini kejadian pertama. Sehingga pengalaman baru dan mengidentifikasi ratusan jenazah itu, tapi berkat bantuan pemberitaan media sehingga data antemortem korban dari luar negeri itu membantu kami untuk identifikasi post mortem," tutur dr. Alit.
Sementara salah satu jurnalis senior The Jakarta Post, Wayan Juniarta mengapresiasi karya dokumenter Sigit Purwono. Menurutnya peristiwa ini menjadi pelajaran bagi jurnalis, baik sisi jurnalisme damai maupun mendokumentasikan kejadian ke dalam sebuah film.
"Setelah kejadian itu, kami wartawan saat itu berkumpul dan bersepakat untuk bersama membuat berita yang mendinginkan suasana. Karena saat itu sudah ada isu agama yang berpotensi membuat adanya konflik horizontal,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan agar para jurnalis tetap mengedepankan pemaknaan dan bertanggung jawab dalam setiap pemberitaan. Hal ini agar jangan sampai kuasa jurnalis untuk menyebarluaskan informasi malah disalahgunakan atau malah menjadi bumerang untuk kehidupan bermasyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Intip Fasilitas dan Tarif Menginap di The Ululani Bali, Lokasi Syuting Sinetron Terikat Janji
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Guru SD di Buleleng Diduga Cabuli Murid, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Bukan Sekadar Diskriminasi, Event Lari Khusus Bule di Bali Ternyata Belum Kantongi Izin?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Beli Sunscreen Kahf Online Original Hanya di Blibli
-
Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri