Artificial Inteligence Untuk Memprediksi Bencana
Penggunaan pemodelan kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI) sudah banyak diterapkan dalam berbagai hal. Terutama kini soal lingkungan dan penanggulangan bencana contohnya penggunaan Flood Forecasting, sebuah sistem untuk memberi peringatan tentang banjir.
Sistem ini pun sudah dipergunakan di India dan Bangladesh sejak tahun 2018.
“Flood Forecasting tidak akan mungkin terjadi tanpa AI, salah satu contoh adalah kegunaan flood forecasting yang bisa memberi informasi orang-orang akan bencana alam, gempa, dan lain-lain,” ujarnya.
Ia mengamati bahwa seringkali bencana yang menghancurkan selalu dengan peringatan yang terlambat karena informasi tidak datang di waktu yang tepat.
“Banjir terjadi ratusan kali per tahun dan banyak sekali kerusakan. Yang orang-orang butuhkan adalah pengingat jika banjir datang ke mereka,” lanjutnya.
Ada banyak variable untuk memprediksi kapan banjir akan terjadi, maka diperlukan Machine Learning (ML) dan teknologi untuk memprediksinya. Hal inilah yang bisa diselesaikan oleh AI. AI dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan untuk mempelajari tentang hidrologi untuk mengetahui tinggi air sungai dan lain sebagainya.
Menurutnya lagi, AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan, tapi untuk benar-benar memahami apa kegunaan AI, maka harus dipahami dulu ilmunya. Meskipun menurutnya, untuk konteks banjir ini saja belum cukup karena kondisi dan jenis tanah yang berbeda.
Sehingga aspek lainnya yang diperlukan adalah untuk belajar dari pengalaman banjir.
Baca Juga: Cara Mengubah Teks Menjadi Suara Google untuk Video Tiktok, Anti RIbet!
“Dengan mengumpulkan beberapa informasi tersebut kita bisa mengirimkan notifikasi kepada ratusan juta orang dengan peringatan seperti “ada banjir datang ke arahmu” 8 jam atau lebih sebelum kejadian. Kita bisa memprediksi level air dengan dengan hingga keakurartan 10 cm,” jelas pria asal Israel ini.
Menurutnya dengan cara ini seseorang bisa benar-benar menggunakan informasi tersebut seiring dengan meningkatnya potensi global warming.
Yossi melanjutkan bahwa AI juga bisa mendeteksi tsunami, yang mana ini sangat menjanjikan di masa depan untuk mendapatkan peringatan dini tentang bencana alam. Ini dipandang akan menjadi hal besar di Indonesia.
“Saya merasa penggunaan AI untuk bencana alam cukup penting. Karena yang kita coba lakukan adalah mendapatkan prediksi kejadian dan mengidentifikasi tanda-tanda awal yang bisa membantu. Ini sebenarnya adalah tema yang umum, yang bisa juga diberlakukan pada iklim atau bencana alam dan juga bisa untuk Kesehatan,” terangnya.
Ia menekankan bahwa ini merupakan upaya mengidentifikasi hal-hal lebih dulu untuk membuat peringatan agar kita bisa benar-benar mengambil aksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern