SuaraBali.id - Pesulap Merah lagi-lagi memancing kontroversi setelah membongkar trik pawang hujan di konten video Arie Untung.
Atas apa yang diungkap ini, nama Mbak Rara Pawang Hujan di di MotoGP Mandalika pun terseret.
Namun demikian perempuan yang lebih sering disapa Mbak Rara itu enggan berkomentar banyak karena belum menonton konten Pesulap Merah dengan nama asli Haris Setianto tersebut.
"Aku hanya menjawab Oh saja. Ya karena aku belum liat lengkap video konten tentang ini itu si Haris Setianto yang bahas pawang hujan itu," tulis Mbak Rara melalui akun Instagram @rara_cahayatarotindigo pada Senin (8/8/2022).
"Dia cuma sebut pawang hujan aku belum croscek ada sebut nama aku apa tidaknya. Ya kan," tambah Mbak Rara.
Menurut Rara, setiap orang punya kebebasan berpendapat. Rara juga merasa dirinya bukan satu-satunya pawang hujan sehingga tidak harus merasa tersinggung.
Namun demikian Rara menyinggung karma untuk orang-orang yang suka nyinyir. Karma yang Rara maksud dicontohkan melalui kasus Roy Suryo belakangan ini.
"Terbukti kan kita se-Indonesia melihat kenyataannya pak Roy yang nyinyirin pawang hujan sekarang tidak damai lagi jadi tersangka efek karma buruknya sendiri menghina umat Buddha dengan meme stupa Mirip pak Jokowi," kata Mbak Rara.
Terakhir, Pawang Hujan Rara menyentil Pesulap Merah agar lebih aktif mengecek berita kesuksesan acara yang ditanganinya.
Beda dengan Pesulap Merah yang menyebut peluang Pawang Hujan adalah 50:50, Mbak Rara yakin apabila kegagalannya hanya 10 persen.
"Aku sering bilang bisa saat jadi pawang hujan bisa saja jitu cerah banget bisa saja gagal hanya kegagalan 10% 90% sukses," tutup pemilik nama Rara Istiati Wulandari ini.
Tag
Berita Terkait
-
Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan
-
Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto
-
Viral Video Pria Kaos Putih Diduga Tangkap Paksa Pendemo, Sopir Ojol Dibanting ke Jalan
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida