Persipura kini berada pada posisi ke-16 klasemen BRI Liga 1 2021/2022 dengan simpanan 30 poin sehingga harus memaksimalkan dua laga tersisa untuk meraih enam poin tambahan.
Tim Mutiara Hitam pun saat ini sedang dalam tren kemenangan setelah dua kali berturut-turut mendulang kemenangan, yakni melawan Bhayangkara FC dan PSS, sedangkan dua laga tersisa yang akan dilakoni Mutiara Hitam adalah menghadapi PSIS Semarang dan Persita Tangerang.
Di atas Persipura, ada Barito Putera yang berada pada posisi ke-15 klasemen sementara dengan 32 poin dan sama-sama membutuhkan sapu bersih dari dua laga tersisa.
Laskar Antasari juga memiliki rekor belum terkalahkan dalam tiga laga terakhir sehingga berpotensi mengulang kesuksesan mendulang poin tambahan.
PSS dan PSM pun tak kalah gencar ikut bersaing untuk lepas dari bayang-bayang degradasi dan tetap bertahan dalam Liga 1 musim depan.
Super Elang Jawa, julukan PSS, kini menempati posisi ke-14 dalam klasemen sementara dengan perolehan 33 poin dan membutuhkan setidaknya empat poin untuk bertahan dalam Liga 1 musim depan.
Namun, skuad Laskar Sembada bisa mendapatkan maksimal enam poin jika sukses melibas Persela dan Persija Jakarta dalam laga tersisa.
Sedangkan PSM yang berada pada posisi ke-13 juga belum sepenuhnya aman dengan simpanan 35 poin sehingga harus memaksimalkan performa dan menyapu bersih poin dari laga tersisa.
Jika keempat tim sama-sama menang pada dua laga terakhir, maka poin tertinggi yang diraih Juku Eja, julukan PSM, adalah 41, PSS meraih maksimal 39 poin, sedangkan Barito Putera dan Persipura masing-masing 38 dan 36 poin.
Siapa yang akan terdegradasi menemani Persiraja dan Persela? Tergantung bagaimana upaya keempat tim dalam memaksimalkan performa dan kepada siapa Dewi Fortuna berpihak dalam dua laga tersisa.
Pendatang baru di Liga 1 Salah satunya Klub Raffi Ahmad
Ada degradasi, ada juga promosi, termasuk Liga 1 musim depan yang akan kedatangan tiga klub Liga 2, yakni Persis Solo, RANS Cilegon FC, dan Dewa United.
Ketiga klub tampil sebagai juara pertama hingga ketiga pada kompetisi Liga 2 2021 yang belum lama usai sehingga berhak promosi ke divisi utama, Liga 1.
Persis Solo menjuarai Liga 2 setelah mengalahkan RANS Cilegon FC dalam laga final yang berlangsung di Stadion Pakansari Bogor pada 30 Desember tahun lalu dengan skor tipis 2-1.
Keberhasilan promosi ke Liga 1 itu menjadi yang pertama bagi Laskar Samber Nyawa dalam 14 tahun karena Persis terakhir kali berada di liga utama pada 2007.
Berita Terkait
-
Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain
-
Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib
-
Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia
-
Jadwal Super League Pekan 8: Persija Hadapi Ujian Berat Dewa United, Persib vs Isenmulang
-
Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Bandung Sapu Bersih Tiga Laga di ACL 2
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida