SuaraBali.id - Sosok selebgram Indra Kenz yang dijuluki Crazy Rich Medan kini panen cibiran warganet. Hal ini disebabkan karena Indra Kenz menyebut bahwa seseorang yang terlahir miskin pun punya privilege atau hak istimewa.
Ia berujar seseorang yang terlahir miskin bisa merasakan perjuangan dan menjadi sukses. Hal itu disebut keistimewaan. Berbeda halnya dengan orang yang terlanjur kaya.
Mereka yang terlahir sudah kaya malah menanggung beban dan tekanan mentalnya lebih besar. Menurutnya kalau sudah terlahir kaya itu nggak bisa jadi miskin. Harus lebih kaya lagi, itu yang berat.
Tak sedikit yang mempertanyakan soal 'miskin berarti sebuah keistimewaan'. Unggahan pria bernama lengkap Indra Kesuma ini menuai pro kontra.
Hal itu karena tak semua bisa merasakan manisnya perjuangan atas usaha keras mereka. Jangankan jauh berjuang, untuk bayar sekolah pun tak mampu.
"Miskin itu bukan privilege, gob***. Bayangin lu punya mimpi, tapi semua itu pergi karena lu miskin," kata nil*****pio di Twitter.
"Orang kayak lu enak bisa ngeba**t begitu karena mungkin nggak pernah merasakan nangis nggak bisa bayar SPP, makan kurang gizi," imbuhnya.
Ada lagi yang mengatakan jika Indra Kenz kini sudah berkecukupan. Tidak mengetahui rasanya menjadi orang miskin yang seberapa kuat pun berusaha tetap tidak meningkat kondisi ekonominya.
"Sudah banting tulang kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, tapi tetap miskin. Miskin itu (dibilang) privilige, ta* kucing," kata let****ee.
Namun demikian ada juga yang memberi pembelaan kepada Indra Kenz.
"Ada betulnya juga nih abang. Rafathar dan barisan orang kaya akan lebih sulit mendapat pengakuan karena label 'terlahir kaya'. Bayangin tekanan mentalnya walaupun sudah usaha," kata ind****ae.
Berita Terkait
-
Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?
-
Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?
-
BRI Private dan Prioritas Hadirkan Layanan Kesehatan Eksklusif, dari MCU hingga Genomics
-
Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi
-
Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali
-
Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun
-
Longsor Terjang Eco Park Pelaga Bali, Dua Orang Dilaporkan Tertimbun
-
Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah
-
70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra