SuaraBali.id - Kepolisian Daerah Bali menyarankan agar seluruh personel yang bertugas dalam operasional penindakan kejahatan bekerja sesuai Standar Operational Procedure (SOP) dan diminta tidak over acting. Hal ini ditegaskan oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Ketut Suardana.
Menurutnya aktivitas di media sosial yang dilakukan personel kepolisian saat menindak pelaku di lapangan perlu menjadi perhatian.
"Bagi personel saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak kejahatan di lapangan terkait dengan upaya paksa untuk memperhatikan proses penangkapan, jangan over acting dengan mengunggah di media sosial sebelum adanya konferensi pers dari pimpinan," kata Wakapolda Bali dalam keterangan persnya di Denpasar, Bali, Kamis (18/11/2021).
Menurutnya peran pimpinan dalam penerapan peraturan sebagai anggota Polri agar dipahami dengan baik, terutama dalam memberikan hukuman kepada personel yang melakukan pelanggaran.
"Hal itu perlu dipahami karena setiap orang dapat berpotensi melakukan bunuh diri dalam menghadapi masalah sehingga apapun masalahnya harus dikelola dengan baik dan hati yang baik," ucapnya.
Sementara itu, Wakapolda Bali menambahkan kalau saat ini Polri sedang menghadapi krisis kepercayaan masyarakat karena kelalaian dan tindakan yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota Polri.
"Jadi mulai sekarang tolong semuanya harus benar memahami tugas dengan baik," katanya.
Pihaknya juga menyampaikan arahan Kapolri terkait pelaksanaan mitigasi dan pencegahan pelanggaran anggota. Jadi apabila ada personel yang melakukan pelanggaran agar diambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Selain itu, peran pimpinan dalam hal ini Kapolres/Ta dan unsur pimpinan lain juga diperlukan dalam melakukan upaya pencegahan pelanggaran personel dengan memberikan pengarahan sesuai SOP sebelum melaksanakan tugas, untuk meminimalisir kesalahan.
"Sebagai anggota Polri semuanya harus menyadari juga sebagai warga masyarakat agar tidak berbuat arogan dilapangan dan harus memegang prinsip melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat," tegas Wakapolda Bali. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur
-
Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa
-
Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial
-
Bahasa Indonesia Kreatif Gen Z: Merebut Kembali Kendali Ekspresi di Medsos
-
Sering Dengar Kata 'Slay' atau 'AFK'? Kenali 5 Karakteristik Bahasa Gaul Anak Muda
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern