SuaraBali.id - Fenomena La Nina diperkirakan akan terjadi di Bali pada akhir tahun ini akan memberi dampak bagi kondisi cuaca khususnya di Bali. Dampak tersebut bisa berupa penambahan intensitas curah hujan.
"Ya, berdampak bagi kondisi cuaca khususnya di Bali khususnya berupa penambahan intensitas curah hujan," ujar Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Kadek Setiya Wati, Jumat (22/10/2021).
Diperkirakan kondisi La Nina dapat terjadi pada bulan November 2021 sampai Februari 2022.
"La Nina dapat berulang dalam periode 2 sampai 7 tahun," jelasnya.
Ia meluruskan bahwa La Nina bukanlah badai. La nina merupakan suatu kejadian dalam skala luas yang ditandai dengan mendinginnya suhu muka laut di pasifik equator bagian tengah dan menghangatnya suhu muka laut di samudera pasifik ekuator bagian barat.
Sebagai antisipasi La Nina, menurutnya, masyarakat dapat melakukan upaya agar dapat mencegah banjir mulai dari membersihkan saluran air dari sumbatan sampah. Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah dataran tinggi rawan longsor juga diimbau agar tetap waspada
Berita Terkait
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Mencicipi Donat Artisan yang Unik dan Autentik, Cita Rasa Bali di Setiap Gigitan
-
BPBD DKI Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 14-17 Januari 2026
-
Baru 20 Tahun, Kadek Arel Resmi Jadi Anggota Exco APPI
-
Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?