Berdiri di lahan seluas 15 Hektar di Pantai Nyanyi dalam kawasan Bali International Training and Development Centre (BITDeC), PIB berlokasi strategis dan hanya berjarak 15 menit dari daerah wisata Canggu.
Kunjungan dari CEO Indonesia disambut hangat oleh Direktur Politeknik Internasional Bali, Prof Anastasia Sulistyawati.
“Saya merasa terhormat karena Politeknik Internasional Bali menjadi kampus pariwisata yang dikunjungi oleh rombongan CEO Indonesia. Kami berharap melalui kunjungan ini, Ibu dan Bapak sekalian dapat meneruskan pesan bahwa Bali sudah siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan domestik maupun internasional. Semoga ke depannya kita bisa terus menjalin kolaborasi untuk membangkitkan dan memajukan sektor pariwisata di Indonesia," terang Sulistyawati dalam sambutannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun