Eviera Paramita Sandi
Petugas PMI menyemprot disinfektan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Klender, Jakarta Timur, Kamis (7/1/2021). [Dok. Kominfotik Jaktim]

SuaraBali.id - Lonjakan Covid-19 pada gelombang ketiga bisa terjadi pada Desember 2021 ini. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito.

Menurut Ganip, prediksi ini harus diwaspadai karena pada tahun lalu lonjakan kasus pertama juga disebabkan oleh abai prokes selama libur Natal dan Tahun Baru. Kedua momen itu menurut ganip menjadi periode yang berpotensi memicu keinginan masyarakat untuk beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun.

“Ancaman gelombang ketiga yang diprediksi oleh para ahli akan terjadi di bulan Desember,” kata Ganip.

Selain itu, akhir tahun juga masih masuk dalam periode pergantian cuaca, yang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga mudah terserang penyakit.

“Karena di situlah saat Nataru, di situlah adanya pergantian cuaca. Ini yang menjadi suatu ancaman peningkatan Covid-19,” katanya.

Ganip Warsito meminta masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan sebab beberapa ahli memprediksi Indonesia akan mengalami gelombang ketiga pandemi pada akhir tahun 2021.

Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, serta pemerintah terus meningkatkan 3T; testing, tracing, dan treatment.

Dia optimistis dengan pelajaran dua kali lonjakan Covid-19 pada 2021, Indonesia bisa mengantisipasi prediksi gelombang ketiga ini.

“Tapi saya yakin dengan kekuatan dan pola penanganan yang sudah ditemukan, maka kita boleh yakin Desember tidak akan terjadi gelombang ketiga,” kata Ganip.

"Perkuat protokol kesehatan, perkuat tracing, tracking dan treatment nya, kemudian perkuat vaksinasinya. Tiga itu rumusnya. Kalau itu kita sudah oke, saya yakin kita bisa mengendalikan Covid-19 ini".

Komentar