SuaraBali.id - Kaburnya napi di Lapas Kelas IIA Kerobokan, Badung, Bali masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Diketahui bahwa narapidana kasus pencurian tersebut telah kabur beberapa hari yang lalu dengan melompat tembok.
Pihak lapas pun juga sedang melakukan penyelidiikan terkait jejak-jejak yang terkait, seperti CCTV maupun bekas pijakan kaki.
"Dari kami sudah memeriksa semua CCTV, saat ini masih dilakukan pengejaran. Kaburnya dari mana masih ditelusuri, kalau jebol pagar belum kami temukan. Masih kami cek dari mananya," kata Kalapas Kerobokan Kelas IIA Bali Fikri Jaya Soebing saat dikonfirmasi melalui telepon di Denpasar, Bali, Rabu (6/10/2021)
Ia mengatakan bahwa napi bernama I Gede Loka Wijaya tersebut sedang menjalani vonis tiga tahun enam bulan atas perkara pencurian.
Terhitung sisa masa pidana yang dijalani napi tersebut saat ini kurang lebih satu tahun 11 bulan.
Kaburnya satu narapidana Lapas Kerobokan ini diketahui terjadi pada Senin (4/10/2021) lalu. Saat itu, sedang dilakukan pergantian jaga malam petugas.
Saat dilakukan pengecekan jumlah penghuni tahanan namun ternyata di salah satu blok ada kurang satu orang tahanan ini.
"Dilakukanlah pencarian kemana gitu. Dan jejak-jejaknya masih kami cek lebih dalam lagi melalui CCTV yang kami punya dan juga jejak-jejak yang manual misalkan ada juga bekas pijakan kaki atau bagaimana," katanya.
Setelah mengetahui napi tersebut kabur, pihak Lapas Kerobokan langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pencarian dan pengejaran.
Selain itu, pihak Lapas Kerobokan juga melakukan koordinasi dengan Polres Badung dalam proses pencarian dan pengejaran napi tersebut.
a mengatakan hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan pengumpulan informasi dari para narapidana lainnya di lapas.
"Iya ini masih kami melakukan pendalaman terhadap teman-temannya dan gali informasi kemana (Tujuan narapidana ini)," ucap Fikri. (Antara)
Berita Terkait
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini
-
Dugaan Pemerasan di Pemkab Pemalang, KPK Sita Dokumen hingga Rekaman CCTV Hotel
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Banyak Pelajar Kecanduan, Lokasi Transaksi Tramadol di Tanah Abang Bakal Dipasang CCTV
-
Desa Les: Fondasi Kolaboratif bagi Ketahanan Desa Berkelanjutan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jangan ke Pantai Dulu! BMKG Peringatkan Potensi Air Laut Pasang di Bali
-
Aturan Kapal Wisata Dinilai Masih Abu-Abu, Pengusaha Kapal Desak Pemerintah Benahi Regulasi
-
Melebihi Target, 4.000 Orang Registrasi Festival Yacht Gratis di Benoa
-
Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
-
Guru dan Manajer Perusahaan Asal India Selundupkan Ganja Senilai Rp1,5 Miliar di Bandara Bali