SuaraBali.id - Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) khusus penanganan kasus Covid-19 di RSD Mangusada penuh dari 100 bed yang ada.
Kemungkinan akan ditambah tempat tidur, tapi penambahan tetap disesuaikan dengan ketersediaan oksigen agar penanganan dapat berjalan dengan baik.
“Pasien per hari ini jumlahnya 110 orang. BOR sudah di atas 100 persen. Setiap pasien covid-19 yang datang ke RSD Mangusada, pasti tidak bisa kami tolak. Tetapi untuk saat ini kami belum bisa menerima rujukan dari rumah sakit lain, karena kami di RSD Mangusada sudah kewalahan,” jelas Plt Direktur Utama RSD Mangusuda, dr Ketut Japa, dilansir dari Berita Bali, Senin (9/8/2021).
Selanjutnya, terkait penguatan tracing dan testing, tentu akan berupaya menambah kapasitas sekitar 20 sampai 30 tempat tidur, akan tetapi tetap harus melihat kembali ketersediaan oksigen.
“Intinya kami menambah layanan kalau ketersediaan oksigen kami itu berada dalam zona hijau. Kami juga ada kekhawatiran, kalau buka layanan ternyata oksigennya tidak ada yang menyuplai. Karena oksigen ini merupakan permasalahan serius. Jika ketersediaannya aman, tentu akan bisa menambah layanan,” ucapnya.
Untuk ketersediaan oksigen per Minggu (8/8) dalam zona hijau. Karena telah ada cadangan oksigen hingga empat hari ke depan, Selain dari Samator dan Banyuwangi, kini RSD Mangusada juga mendapatkan penyuplai oksigen dari Semarang, Jawa Tengah.
Pihaknya terus berupaya mencari penyedia oksigen di tempat-tempat lain mengingat situasi covid-19 belum menunjukkan penurunan.
“Kami mencari penyedia oksigen sebanyak-banyaknya. Siapapun penyedia oksigen yang bisa menyediakan untuk oksigen untuk RSD Mangusada, kami akan beli. Jadi sampai saat ini penyedia yang bisa memberi oksigen ke kami yakni dari Samator, penyedia di Banyuwangi dan Semarang," cetusnya.
Pihaknya tidak bisa lagi mengirim permintaan oksigen ke Lombok karena peningkatan kasus juga terjadi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Kalbar Turun 46,46 Persen
Berita Terkait
-
Rawat 2.002 Pasien Positif COVID-19, BOR Wisma Atlet Hari Ini 25 Persen
-
BOR di Rumah Sakit Turun Namun Angka Kematian Pasien Covid-19 Masih Tinggi
-
BOR Perawatan Covid-19 di Banten Turun 20 Persen, Satgas Covid-19 Nasional Apresiasi
-
BOR Covid-19 Nasional Turun 61,95 Persen, Tapi 19 Provinsi Masih di Atas Standar WHO
-
Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta Masih Tinggi, Keterisian BOR Nyaris 100 Persen
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang
-
3.764 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di NTB dalam Enam Tahun
-
Tabanan Bali Diselimuti Kabut Putih Misterius, Ini Penjelasan Ilmiah BMKG
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Ajak Masyarakat Stop Beri Stigma Negatif
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat